Dari banyak review tentang mikser heavy duty, mikser Bosch dikenal tangguh untuk menguleni adonan roti. Dari 2 tipe yang banyak dijual di Indonesia : Bosch Universal ( 800 watt ) dan Bosch Compact ( 500 watt ), pilihan saya jatuh pada tipe yang kedua yaitu Bosch Compact tipe MUM 4405. Walaupun saat itu tidak banyak testimoninya di Indonesia ( kebanyakan saya lihat dari website luar negeri ), akhirnya saya pilih tipe ini dengan pertimbangan : harga terjangkau oleh saya, wattnya tidak terlalu besar dan kapasitasnya sesuai untuk rumah tangga maupun usaha kecil.
![]() |
Mikser Bosch Compact Dibandingkan Dengan Hand Mikser |
![]() |
cekungan untuk menuang adonan |
Mikser ini dilengkapi dengan mangkuk adonan ( plus penutup ), beating whisk, stirring whisk dan dough hook. Dilengkapi dengan 4 pengatur kecepatan dengan daya stroom 500watt ( tertulis di kemasannya ). Namun pada kenyataannya, konsumsi daya saat mikser beroperasi tidak lebih dari 100 watt.
Berikut ini ulasan singkat dengan masing-masing pengocok/pengaduk :
Beating wisk
Beating wisk digunakan untuk mengocok adonan ringan seperti sponge cake , whipcream dan putih telur. Pengalaman saya untuk mengocok adonan sponge cake dengan 4 butir telur ( plus gula pasir ) dengan kecepatan maksimal ( speed 4 ) adonan dapat kental dalam waktu sekitar 8-9 menit. Sedangkan konsumsi daya saat mikser beroperasi dengan speed 4 ini kurang lebih 85 watt. Pernah mikser ini saya coba untuk mengocok adonan bolu mekar, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.Stirring wisk
Stirring whisk digunakan untuk mengocok buttercream atau buttercake. Selain itu juga untuk kukis/pastry ringan. Bila membaca buku petunjuknya, untuk cake-buttercake disarankan untuk memasukkan semua bahan ke dalam mangkuk dan kemudian dikocok dengan speed 3 ( metode all in one ). Namun saya sendiri belum pernah mencoba metode ini. Saya masih menggunakan cara sebagai berikut : mentega dikocok hingga lembut, kemudian masukkan gula kastor/gula pasir bertahap, terus dikocok hingga berwarna pucat. Setelah itu baru masukkan telur satu persatu dan bahan2 yang lain sesuai resep.Beberapa kali mencoba membuat buttercake, di awal-awal pengocokan mentega malah menempel di wisk-nya. Bisa jadi karena yang dikocok menteganya cuma sedikit. Baru setelah gula masuk, pengocokan menjadi lebih efisien.
Baca juga : Tips Membuat Butter CakeUntuk kue kering harus diperhatikan benar waktu pengocokan, supaya adonan mentega dan gula tidak mengembang berlebihan. Saya sendiri lebih suka menggunakan spatula kayu untuk mengocok adonan kue kering. Nggak ribet menyiapkan mikser dan tidak khawatir adonan mentega-gula terlalu mengembang.
Dough hook
Dough hook ini digunakan untuk menguleni adonan ragi misal donat atau roti. Selain itu dough hook juga disarankan untuk adonan cookies dan pastry yang berat/liat. Sesuai dengan banyak testimoni, mikser ini memang terbukti tangguh untuk menguleni adonan roti. Adonan dengan bahan kering 300-400 gr terigu sudah halus adonannya selama 8-10 menit. Penggunaan dough hook ini dianjurkan maksimal dengan speed 2. Konsumsi daya dengan speed 2 ini kurang lebih 35 watt.Baca juga : Step by Step Membuat Donat KentangMenurut buku manual nya mikser ini dilengkapi dengan electronic safety control yang berfungsi melindungi motor dari kelebihan beban kerja. Artinya bila mesin sudah overload maka mesin akan berhenti beroperasi. Solusinya matikan mikser, biarkan mesin istirahat maka mikser siap beroperasi kembali. Ini bermanfaat untuk mencegah mikser bekerja overload tanpa kita sadari. Saya sendiri belum pernah mengalami overload karena pemakaian tidak terlalu sering.
Oya, ada satu hal yang saya perhatikan selama menggunakan mikser ini. Saat mengaduk adonan roti dan adonan mulai berat, kepala pengaduk sedikit turun naik ( seperti mengangguk-angguk ). Saya tidak tahu apakah hal tersebut riskan untuk mikser ini atau memang di desain seperti ini.
Sesuai dengan tujuannya untuk membantu menguleni adonan roti dan donat, sejauh ini kinerja mikser memuaskan. Untuk membuat sponge cake juga oke. Untuk awet tidaknya mungkin baru bisa menuliskan reviewnya beberapa tahun lagi. Dan karena saya baru sekali ini mempunyai standing mikser, jadi tidak banyak yang bisa saya tuliskan mengenai perbandingannya dengan merk lain.
Kalau dibandingkan dengan handmixer saya, untuk adonan sponge cake keduanya oke dan bisa diandalkan. Tapi hand mikser mempunyai kelebihan yaitu bisa mengocok adonan di baskom yang permukaannya lebih lebar, jadi lebih mudah saat meng'aduk balik' adonan dengan spatula. Waskom bawaan mikser hampir semuanya berbentuk cekung, jadi kalau mau 'aduk balik' agak sulit. Sedangkan untuk mengocok buttercream ( mentega dan gula halus ) saya lebih suka menggunakan handmixer, karena kalau menggunakan mikser ini mentega dan gula kok malah lama nyampurnya, hanya menempel di pengaduknya saja dan berputar2. Kalau adonannya banyak mungkin lebih mudah pakai yang heavy duty. Yang paling kelihatan handal memang saat mengaduk adonan roti. Handmixer saya akan langsung panas kalau untuk mengaduk roti, sedang mikser ini tidak panas. Ada teraba hangat, tapi sama sekali tidak mengkhawatirkan.
Sebelum membeli mikser ini saya juga baca2 review mikser di beberapa situs/blog antara lain A Note of Baking and Food, Cake fever.com dan From Ida's Kitchen. Kalau menghitung konsumsi listriknya ada diulas di Kapilo0o’s Weblog.
Mikser ini kebanyakan dipakai di Eropa sehingga di Indonesia masih jarang kita temukan reviewnya. Karena itu saya sarankan untuk mengunjungi situs luar negeri, agar lebih banyak info dan bisa melihat langsung videonya. Sebagai contoh di situs ini, ada review dari pengguna Bosch Compact. Atau perbandingan antara Bosch Universal dan Bosch Compact di situs ini.
Semoga bermanfaat dan selamat berburu mikser !
Ulasan bermanfaat untuk saya yg sedang mencari mikser untuk adonan roti. Ngomong2 wkt itu mbak beli di mana ya? Saya cari di tbk atau toko elektronik kok tdk ada. Yg ada merk Kenwood dan Hakashima. Terima kasih.
ReplyDeleteSisca - Surabaya
Coba dilihat di blog From Ida's Kitchen, link nya ada di artikel di atas, tinggal klik aja.
DeleteTerima kasih kunjungannya.
Terima kasih, mbak. Saya sdh hubungi Ida's Kitchen dan mendapat penjelasan. Saya juga baca ulasan dari blog lain tipe yg lebih besar. Sekarang sedang pikir2 yg mana lebih cocok untuk saya.
DeleteSisca - Surabaya
Ya, sama-sama ...
Deletemba yoen mau tanya, waktu beli mixer ini harganya berapa? terus beli di mana? klo beli online luar negri, kena ongkir berapa? heee makasiih mba.
ReplyDeleteIni dulu belinya di blog From Ida's Kitchen. Link nya ada di atas. Coba tengok ke sana ..
DeleteNice review. Mixernya sampe skrg masih oke kak?
ReplyDeleteSaya belum pakai lagi mikser ini. Nanti kalau saya pakai lagi akan saya tulis update nya.
DeleteMaaf ya ..
Mba sampe skr miksernya masih oke? Saya tertarik beli tp masih maju mundur antara tipe ini sama mum48CR1 apa mba tau bedanya gmn terutama dr segi kinerja
ReplyDeleteBeberapa lama belum pakai mikser ini lagi. Kapan-kapan saya tulis updatenya.
Delete