Artikel Dapur

 KAYUMANIS

Kayu manis (..orang bule menyebutnya “cinnamon” ) adalah salah satu rempah yang sudah dikenal dan digunakan sejak ribuan tahun yang lalu pada jaman Mesir Kuno. Mungkin jarang muncul di dapur kita, karena masyarakat jarang menggunakannya. Padahal sebenarnya manfaatnya sangat banyak. Selain digunakan pada masakan juga dapat digunakan sebagai obat tradisional hingga kosmetik.
Dapat digunakan untuk mengurangi bau amis pada masakan berdaging, pada minuman, untuk taburan kue, campuran kue kering atau bersama madu langsung dikonsumsi sebagai minuman berkhasiat.



Memberikan sedikit rasa pedas dan wangi pada masakan merupakan ciri khas dari rempah yang satu ini. Kolak yang sering kita masak pada bulan puasa juga akan lebih mak...nyus bila ditambahkan kayu manis di dalamnya. Betul ?

Berkolaborasi dengan madu, kayu manis bubuk dapat mengurangi kembung, menurunkan kolesterol dan mencegah akumulasi lemak. American Journal Of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa kayu manis  meningkatkan sensitivitas insulin sehingga bisa menstabilkan kadar gula darah.

Saat ini kayu manis tidak hanya dikemas dalam bentuk kulit batangnya, tetapi sudah banyak diproduksi dalam bentuk bubuk, jadi tinggal memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. 

Bagaimana, belum ada kayu manis di rumah ? Besok kita tambahkan di daftar belanja kita ya...
( dari berbagai sumber )

KELUWAK... BIKIN MABUK KEPAYANG

Bagi penyuka rawon, kluwak mungkin sudah tidak begitu asing lagi. Namun bagi sebagian orang yang jarang berkutat di dapur mungkin tidak begitu mengenal jenis buah ini. Bernama latin "Pangidum edule" biji buah ini sangat populer di Jawa, Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

Di daerah lain kluwak dikenal dengan nama Pangi ( Bali ), Picung ( Sunda ) atau Pucung ( Betawi ). “Kepayang” adalah sebutan kluwak di masyarakat melayu, seperti di Minangkabau. Dari nama inilah muncul istilah ’mabuk kepayang’ , karena ketika buah ini masih muda/mentah akan menyebabkan pusing ( mabuk ) bagi yang memakannya.

Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa kluwak yang masih muda beracun karena mengandung asam sianida. Dan bukan hanya biji buahnya saja, namun semua bagian tanaman ini dari daun, kulit kayu dan bijinya mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi yang dapat mematikan hampir semua spesies hewan hanya dalam beberapa menit setelah memakannya. 

Kluwak yang kita konsumsi sehari-hari sudah mengalami proses fermentasi terlebih dahulu. Para petani sudah mengolahnya terlebih dahulu sehingga aman dikonsumsi. Buah kluwak yang sudah matang dan jatuh dari pohon dibiarkan basah oleh air hujan selama sebulan atau direndam dalam air mengalir selama sekitar 2 minggu. Dengan cara ini racun sianida akan hilang. 

Mungkin sulit menggambarkan bagaimana sebenarnya rasa kluwak ini. Buah ini berasa agak pahit, namun penambahan pada masakan menjadikan rasa gurih dan bercita rasa. 

Karena efek memabukkan yang dimilikinya, saat ini tanaman kepayang tengah diteliti dan dikembangkan sebagai pembasmi hama di lahan pertanian. Bila kelak penelitian ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan, maka kluwak akan berfungsi ganda yaitu sebagai bumbu masak di dapur dan juga menjadi sahabat para petani di Indonesia.
(
 dari berbagai sumber )