OVENKU OVEN TANGKRING

06:30 84 Comments A+ a-

Sebenarnya sejak dulu saya ingin mencoba membuat kue yang dipanggang atau dioven. Tetapi karena tidak punya oven akhirnya yang dibuat selalu kue-kue yang dikukus. Pernah sih dulu punya oven tangkring, tapi oven itu sudah tak tentu rimbanya dan mungkin sudah jadi rongsokan, he. Dan waktu punya oven tangkring yang pertama itu, saya belum sukses membuat kue yang dipanggang. Mungkin karena ovennya yang kurang bagus atau sayanya yang memang belum menguasai ilmu oven tangkringnya.

Menjelang lebaran beberapa tahun lalu, saya kembali bersemangat untuk membuat kue kering sendiri, sehingga keinginan membeli oven kembali muncul. Dan mulailah saya berburu oven yang cocok untuk dapur di rumah dan sepadan dengan budget.

Oven listrik tentunya menjadi salah satu pilihan bila dilihat dari sisi 'praktis'nya. Seperti kita tahu bahwa si oven listrik dilengkapi dengan 'timer' dan pengatur suhu sehingga saat proses memanggang kita bisa mengerjakan yang lain. Namun hasil survey ke beberapa toko menunjukkan bahwa oven listrik membutuhkan daya listrik yang besar. Sangat riskan untuk dipakai di rumah saya yang tegangannya rendah. Bisa-bisa pas lagi memanggang kue, lampu di rumah padam semua, he.

Keputusannya waktu itu, lupakan saja keinginan untuk memiliki oven listrik. Lalu pilihan beralih pada oven tangkring atau oven kompor atau ada juga yang menyebutnya oven kodok. Selain harganya yang jauh lebih murah, yang jelas oven kompor tidak akan mempengaruhi konsumsi listrik di rumah. Dan di sebuah toko peralatan dapur di Jogja, saya cocok dengan salah satu oven tangkring yang menurut saya pas dengan kompor di dapur saya, harganya jauh lebih murah dibanding oven listrik. Dan kalau dilihat penampakannya oven ini cukup kokoh.
Baca juga : Pengalaman Menggunakan Oven Listrik 
Oven saya ini dilengkapi dengan termometer yang menempel pada kaca depan. Pada awal-awal pemakaian, hasilnya belum seperti yang diharapkan. Misalnya waktu memanggang bolu, kematangannya tidak merata, bagian luar sudah matang kecoklatan sementara bagian dalamnya masih agak mentah. Waktu itu saya memanggang berdasarkan suhu yang terlihat di termometer si oven ... yang sepertinya kurang meyakinkan.
Oven Tangkring
Oven saya ini adalah model no.4. Ukuran luarnya sekitar 40cmX40cm dan loyang yang bisa masuk berukuran antara 24-26 cm persegi
Dari baca-baca di internet, ada termometer oven yang bentuknya seperti jam ( mirip stopwatch ). Saya pikir kalau ada termometer seperti itu mungkin bagus untuk oven ini. Tapi termometer tersebut sulit ditemukan di daerah saya dan harus dibeli secara online dengan harga yang lumayan mahal. Waktu saya tanyakan ke mbak-mbak di tempat kursus masak di Jogja, saya disarankan ke toko besi dan bahan bangunan. Di sana saya diperlihatkan termometer oven yang merupakan spare part oven gas besar. Ukurannya lebih besar dari yang dijual online, tapi masih bisa masuk dan ditaruh di dasar oven. Akhirnya dicobalah termo ini di oven saya.

Dengan adanya termometer ini terlihat bahwa penunjuk suhu oven memang kurang valid. Penunjuk suhu ini berhenti di sekitar angka 150 dan tidak bergerak lagi, sementara termo satunya terus naik karena suhu dalam oven semakin meningkat.

Namun dengan adanya termo pada dasar oven, maka rak oven yang bisa difungsikan tinggal 2 rak saja, yaitu rak tengah dan rak paling atas. Untuk memanggang cake kita bisa meletakkannya di rak tengah, sedangkan untuk kue kering karena loyangnya pendek kita bisa memakai dua-duanya ( tengah dan atas ). Rak bawah terpaksa tidak difungsikan.
Oven Tangkring

Saat membeli oven ini, ada 1 rak kawat bawaan yang sangat bermanfaat untuk menaruh loyang kue. Taruh rak ini di tengah agar cake matang merata. Nah, karena rak kawat ini cuma satu, saat memanggang kue kering kita harus mencari loyang yang bisa pas ukurannya dengan ruang oven, jadi bisa nangkring di tatakan yang ada di sisi kiri dan kanan ruang oven. Kalau nggak pas ukurannya, loyang resiko jatuh ke bawah lho, he. Jadi sebelum beli loyang, sesuaikan dulu dengan ruang ovennya.
Baca juga : Ovenku Oven Tangkring II 
Untuk rak paling bawah, karena tidak dipakai memanggang, justru bermanfaat untuk menaruh loyang pasir. Katanya loyang pasir ini bermanfaat untuk mengatasi panas oven yang kurang merata. Saya mendapat ilmu pasir ini dari milis NCC.
Begini cara membuatnya : ambil loyang pendek ( misal : loyang kue kering ) taruh pasir, ratakan dan taruh loyang ini di dasar oven.


Karena oven ini menggunakan api kompor sebagai sumber panasnya kita harus pintar-pintar memonitor api kompor agar suhu tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Untuk pemanasan awal, api kompor bisa dibesarkan. Setelah suhu tercapai, kecilkan api untuk pemeliharaan saja. Kalau suhunya turun ( terlihaermonya ) api kompor bisa dibesarkan sedikit. Setelah suhu tercapai, api bisa disetel kecil lagi sekedar untuk menjaga kestabilan suhu oven. Begitu seterusnya ...

Waktu dan suhu yang dibutuhkan untuk memanggang cake bisa jadi berbeda dengan yang tertulis di resep. Selain memang oven yang dipakai berbeda, besar api juga akan menentukan lama atau cepatnya cake matang merata. Kenali dan hafalkan karakter oven kita baik-baik.
Oh ya, oven seperti ini ada dua model, yaitu model putaran hawa ( seperti punya saya ) dan model tempat arang. Untuk tipe pertama terdapat beberapa lubang di bagian atas oven untuk membuang panas. Menurut pengalaman beberapa orang yang sering menggunakan oven tangkring, bila lubang-lubang bagian atas dibuka akan membuang hawa panas keluar dan berefek pada bagian atas kue/cake menjadi kecoklatan. Saya sih tidak begitu mengamati hal ini.
Sedangkan untuk tipe kedua, yaitu model tempat arang, pada bagian atasnya ada cekungan untuk menaruh arang dan berfungsi sebagai api atas.

Itulah cerita seputar oven tangkring saya. Di tengah bermunculannya alat-alat baking yang semakin modern, oven ini masih oke. Masih tangguh dan menjadi partner setia untuk menyalurkan hobi baking saya. Selamat bikin kue !

84 comments

Write comments
Anonymous
AUTHOR
Sunday, June 24, 2012 at 8:17:00 AM GMT+7 delete

sama dgn milik saya mbak...
pantesan punya saya jadi gosong terus kuenya...

Reply
avatar
kayumanisku
AUTHOR
Friday, July 6, 2012 at 4:35:00 PM GMT+7 delete

Oh ya, dicarikan termometernya jeng...

Reply
avatar
rosantisaja
AUTHOR
Sunday, March 31, 2013 at 10:24:00 PM GMT+7 delete

Mba ini oven Hock nomor berapa? No 2 apa ga kegedean buat kompor gas biasa ya (2 tungku)? Thanks.

Reply
avatar
Tuesday, April 2, 2013 at 7:58:00 AM GMT+7 delete

Di kotaknya tertulis : model no.4. Ukurannya kurang lebih 40cmx40cm. Tapi loyang terbesar yg bisa masuk cuma ukuran 24 cm. Saya biasa taruh di kompor gas 2 tungku. Untungnya pas...

Reply
avatar
rosantisaja
AUTHOR
Saturday, April 20, 2013 at 6:15:00 PM GMT+7 delete

Iya. Ukuran 4 itu yang paling kecil. Saya juga suka masak. Tapi masih SuJu. Alias super junior...Wkwkwk...Masih belum Pro kayak Mba:) Saya dah beli oven yang no 3. Tapi kok laper mata pengen nukar yang no 2. Biar lebih banyak kapasitas yang dipanggang. Tapi setelah diliat2 kayaknya udah pas kalo yang no 3. Gede juga Mbak:) Btw blognya bagus loh, informatif juga. Thanks for sharing.

Reply
avatar
Sunday, April 21, 2013 at 12:23:00 AM GMT+7 delete

Belum Pro Mbak Ros, tapi hobi coba-coba. Soal oven pastikan mantep dulu deh, supaya manfaatnya maksimal. Oke, happy baking !

Reply
avatar
Tyas
AUTHOR
Friday, May 3, 2013 at 9:38:00 AM GMT+7 delete

mbak Yoen....saya juga pke hock tp yg no.3 n ada thermometer yg diatas itu. tapi sering nya slalu gosong kalau buat ngoven cake..padahal suhu sama dg yg diresep...knapa ya mba? jadi takut bikin cake pke oven...slalu yg kukus. bsa sharing info nya mba? terima kasih

Reply
avatar
Friday, May 3, 2013 at 6:37:00 PM GMT+7 delete

Itu karena termometer oven yang menempel itu tidak menunjukkan suhu dengan benar. Jadi, kalau kita tidak bisa memperkirakan panas si oven, mending dibelikan termometer jam saja. Oya, tambahan tips : pakai ilmu pasir supaya panasnya merata. Bisa dilihat di artikel Kamus-Konversi Baking. Semoga membantu. Happy baking !

Reply
avatar
Tyas
AUTHOR
Saturday, May 4, 2013 at 8:00:00 AM GMT+7 delete

Terima kasih mba info'nya... n ijin save artikel Kamus-Konversi Baking nya ya mba ;)

Reply
avatar
Saturday, May 4, 2013 at 11:43:00 AM GMT+7 delete

Sama-sama. Monggo kalau mau disave ...

Reply
avatar
its my blog
AUTHOR
Monday, July 1, 2013 at 9:12:00 PM GMT+7 delete

mba salam kenal ilmu pasir nya save di artikel mana ya ? tx

Reply
avatar
Wednesday, July 3, 2013 at 7:16:00 AM GMT+7 delete

Salam kenal juga. Tips ilmu pasir ada di laman Kamus - Tips Dapur ( bagian atas blog-di bawah judul ).

Reply
avatar
Mega Sarfika
AUTHOR
Sunday, October 13, 2013 at 8:13:00 PM GMT+7 delete

terima kasih sharingnya sangat bermanfaat. salam kenal. maaf mau tanya, kalau bikin kue kering atau bolu, manggangnya harus dari rak bawah terus dipindahin ke atas gitu ya? ga bisa ya kalo sekaligus 2 loyang? terima kasih sebelumnya :)

Reply
avatar
Monday, October 14, 2013 at 2:59:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal juga Mbak.
Saya biasanya taruh di rak tengah, seperti gambar ( sudah saya tambahkan gambar oven yang terbuka ) dan rak paling atas. Tapi ntar ada acara mindah2 alias tukar tempat, supaya semua dapat panas merata. Kalau rak bawah, hampir tidak pernah difungsikan karena ada termometernya. Oya, rak paling bawah ini juga mepet sekali dengan api kompor, jadi cepet gosongnya.
Semoga membantu. Terima kasih kunjungannya.

Reply
avatar
Sunday, February 16, 2014 at 10:18:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal mba... Oven sy jg persis, spt ini...tapi ngga tau bener atau ngga yaa...sy klo pake oven ini, caranya sy sama kan aja spt klo pake bakingpan gituu... Jadi yaa...10 menit sy tutup ruang hawa nya...sy intip tuh cake nya...klo dah naik...sy buka dikit putaran hawanya... Hasilnya sih...yaa..ngga gosong ya... Tapi deg degan nya itu...cukup stress nih klo bikin cake. Klo mba...gimana yah...cara nya...? Oya...sy pernah jg ngeyel bikin bika ambon pake oven ini, dgn cara pintunya sy ganjel terbuka...haduuuh...repooottt..., hasilnya...bersarang sih...tp gk spt yg dijual ituuu...hiks...(ngga kapok, cuma mau bikin lagi jd ancang ancang, eh taunya bener yak...oven ini ngga bisa utk bika ambon...)...aq ijin save ya mba...makasih

Reply
avatar
Monday, February 17, 2014 at 6:09:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal juga ..
Kalau saya biasanya panaskan oven dulu ( putaran hawa ditutup ) sampai suhu yg diinginkan. Bila suhu sudah sesuai, masukkan loyang berisi adonan, lalu apinya diset kecil saja yang penting bisa mempertahankan panas dalam ruang oven dan buka putaran hawa agar panas keluar.
Semoga membantu ..

Reply
avatar
Ika Koentjoro
AUTHOR
Friday, June 6, 2014 at 6:03:00 PM GMT+7 delete

Aku baru beli oven tangkring arang yang ada termometernya tapi hasilnya malah sering gosong. Padahal beli pengennya mempermudah mengetahui suhunya. Termometer max menunjukkan angka 150. Apa solusinya mbak. Apa tetep pakai loyang pasir?

Reply
avatar
Ika Koentjoro
AUTHOR
Friday, June 6, 2014 at 6:11:00 PM GMT+7 delete

Putaran hawanya ada di sebelah mana ya mbak

Reply
avatar
Monday, June 9, 2014 at 1:55:00 PM GMT+7 delete

Termometer nya bawaan dari oven tangkringnya ? Mungkin termo nya itu yang kurang valid. Coba dibelikan termometer oven. Kalau tidak kita harus pintar-pintar mengatur api nya, supaya panasnya tidak kebablasan.

Reply
avatar
Monday, June 9, 2014 at 1:57:00 PM GMT+7 delete

Di bagian atas. Atap oven itu ada lubang2 yang bisa di putar dari luar untuk membuka dan menutupnya.

Reply
avatar
ade kurniasih
AUTHOR
Wednesday, June 11, 2014 at 8:07:00 PM GMT+7 delete

Mba beli termometer nya di toko apa ya? Ditmpt alat2 baking adakah?

Reply
avatar
titin
AUTHOR
Monday, June 23, 2014 at 8:59:00 PM GMT+7 delete

Saya pakai oven merk ini selalu gosong pinggirnya. Sering putus asa karena selalu terbuang separo. Kira2 kenapa ya mba? Apakah bisa diatasi dengan pasir!

Reply
avatar
Saturday, June 28, 2014 at 6:56:00 PM GMT+7 delete

Saya dulu beli di toko alat bangunan. Termometer untuk oven gas besar, cuma saya taruh di rak terbawah.

Reply
avatar
Saturday, June 28, 2014 at 6:57:00 PM GMT+7 delete

Dicoba saja mbak, siapa tahu berhasil ...

Reply
avatar
Bagus Tok
AUTHOR
Monday, June 30, 2014 at 7:21:00 AM GMT+7 delete

Mba apakah oven model tangkring arang itu bs dipakai mskpn diatasnya tidak dikasih arang yaa ? Ato wajib dksh ?(Arangnya itu sprti arang sate yg menyalla trs ditaruh atas )mohon pencerahanya sy msh pemula...trmsksh mba

Reply
avatar
Bagus Tok
AUTHOR
Monday, June 30, 2014 at 11:45:00 AM GMT+7 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Tuesday, July 1, 2014 at 12:24:00 PM GMT+7 delete

Waduh, saya tidak punya pengalaman menggunakan otang yang ada tempat arangnya. Tapi pernah baca, kalau tidak memerlukan api atas ya tidak perlu diberi arang. Kalau diperlukan arang, misal membuat lapis legit, baru ditaruh arang menyala di atasnya. Semoga membantu ...

Reply
avatar
jefry ryna
AUTHOR
Wednesday, July 16, 2014 at 4:08:00 AM GMT+7 delete

ada yang tau cara memperbaiki oven gas ini ga?punya saya kalo pemakaian diatas 10 menit keluar api di pematiknya,jadi sekarang g ke pake.padahal baru beli sekitar 4 bulan.kalo ada yang bisa mohon share donk

Reply
avatar
Saturday, August 9, 2014 at 12:43:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal ya mba Yoen,
Share nya bermanfaat banget nihh, kebetulan aku baru mau beli oven, kepingin belajar bikin kue juga nih.. Oia mba, cara masuk ke milis nnc gimana yaa?
Dan klo menurut mba yoen, untuk pemula lebih mudah menggunakan oven hawa atw arang ya mba? Agak kurang ngerti juga dgn kegunaan masing2 jenis oven ini nih mba..
Makasih atas "pencerahan" nya ya mba :)

Reply
avatar
Monday, August 11, 2014 at 10:26:00 AM GMT+7 delete

Salam kenal juga ..
Untuk bergabung di milis NCC, kirim email kosong ke : naturalcookingclub-subscribe@yahoogroups.com Selanjutnya akan dibalas emailnya dan ikuti petunjuknya.

Oven tangkring bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Oven dengan tempat arang bisa digunakan untuk membuat kue yang dibutuhkan api atas misal lapis legit, sedang oven putaran hawa tidak bisa.

Reply
avatar
Sidah Dalia
AUTHOR
Saturday, October 25, 2014 at 7:12:00 PM GMT+7 delete

Alam kenal mba Yoen. Thx infonya bermanfaat sekali. Sy mao tanya.. Apa ontang yg ada tempat arang nya bisa dipakai untuk kue kering dan cake biasa? Thx sebelumnya

Reply
avatar
Esa
AUTHOR
Tuesday, December 9, 2014 at 4:53:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal mbak Yoen. Kemaren-kemaren pake oven pinjeman yang ada tempat arangnya, sedang hobby bikin roti, sesuai resep pake api atas bawah, api atas aku pake arang di tempat arangnya. Pas mau beli oven sendiri, aku beli yang pake bukaan hawa karena katanya hock ga ngeluarin lagi yang ada tempat arangnya. Pas coba bikin roti, rotinya gatot (selama ini bikin roti dengan otang yang pake api atas dan bawah). Sediiiih hiks. Mbak Yoen punya pengalaman bikin roti dengan otang yang ada bukaan hawanya ga? Share dong, biar galauku ga lama-lama (hihihihi lebay)

Reply
avatar
Thursday, December 11, 2014 at 4:27:00 AM GMT+7 delete

Salam kenal juga, Mbak. Saya baru beberapa kali bikin roti, dipanggang pakai oven ini juga. Oke-oke saja kok. Coba dilihat lagi apakah gagalnya karena ovennya atau sebab yang lain.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
Monday, December 15, 2014 at 5:34:00 AM GMT+7 delete

Mbak saya baru beli oven tangkring tapi merk bima karena di toko dekat rumah adanya cuma merk itu.Di dalamnya cuma ada 2 rak,kalo bikin cake bagusnya taruh di rak atas atau bawah ya..
Kira2 cepat gosong ga kalo dibawah

Reply
avatar
Tuesday, December 16, 2014 at 7:05:00 PM GMT+7 delete

Karena tidak bisa lihat letak rak nya, jadi saya kasih sarannya kira-kira saja ya. Intinya letak loyang adonan berada di tengah oven. Kalau terlalu mepet bawah ( dekat api ) cake bagian bawah cepat gosong, kalau terlalu mepet atas, lama matangnya.
Kalau hanya ada 2 rak, mungkin bisa ditaruh di rak bawah, saat cake sudah set, pindahkan ke rak atasnya. Semoga membantu..

Reply
avatar
Wednesday, December 17, 2014 at 9:22:00 AM GMT+7 delete

Maaf saya sendiri belum pernah pakai oven yang ada tempat arangnya, tapi saya pernah baca bisa dipakai untuk cake maupun kue kering.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
Tuesday, January 27, 2015 at 11:37:00 PM GMT+7 delete

mbak aku masih gangerti cara make ilmu pasir huhu. ada contoh gambar yg lebih jelas lagi? jadi pasirnya itu dibawah termometernya atau gimana?

Reply
avatar
Saturday, January 31, 2015 at 5:11:00 PM GMT+7 delete

Iya, mbak. Loyangnya di isi pasir, ratakan, kemudian ditaruh di dasar oven. Jadi posisi termonya ntar memang di atas pasirnya. Semoga membantu ..

Reply
avatar
Lynna wijaya
AUTHOR
Monday, February 2, 2015 at 2:10:00 PM GMT+7 delete

Mbak, pasir nya bisa langsung di ratakan di atas loyang dan di taruh di otang atau mesti di cuci dulu pasir nya?
Salam kenal ya mbak yoen, saya baru beli otang jg, mohon pencerahan nya :)

Mampir di Blog ku jg ya mbak^^
http://lynnawijaya.blogspot.com

Reply
avatar
Friday, February 13, 2015 at 11:55:00 AM GMT+7 delete

Gambar loyang pasir ala saya sudah saya tambahkan di artikelnya Mbak. Semoga membantu ya ...

Reply
avatar
arti jayanti
AUTHOR
Saturday, February 14, 2015 at 5:58:00 AM GMT+7 delete

Mba Yoen, saya baru mau mulai pake oven nih. Baru mau coba pake otang. Kalau untuk bikin cookies bisa tidak pake yang hawa? Lebih maksimal pakai arang atau hawa? Makasih mba :)

Reply
avatar
Saturday, February 14, 2015 at 11:41:00 AM GMT+7 delete

Saya buat cookies pakai oven ini juga Mbak. Harus rajin mengawasi api/suhu dan menukar letak loyang supaya kue kering matangnya merata. Kalau yang pakai arang saya belum pernah mencoba. Semoga membantu ..

Reply
avatar
Dhewiberta
AUTHOR
Monday, March 16, 2015 at 3:08:00 PM GMT+7 delete

Mbak Yoen, kalau aku baca di websites resmi Hock, lubang hawa yang terbuka berguna untuk mengalirkan udara panas keluar lewat atas sehingga permukaan atas kue lebih cepat panas. Kalau kayak gini, berarti sama dengan api atas ga sih? Terimakasih Mbak.

Reply
avatar
Wednesday, April 22, 2015 at 12:29:00 AM GMT+7 delete

Iya, tetapi uap panasnya tidak sepanas api atas beneran, misal yang pakai arang yang bisa dipakai untuk memanggang kue tertentu, misal lapis legit ( CMIIW).

Reply
avatar
Saturday, September 12, 2015 at 5:32:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal mba Yoen...
Untuk beli termometer yg besar (yg kata mba dari sparepart oven besar) itu di mana ya? Makasih

Reply
avatar
Wednesday, September 16, 2015 at 6:38:00 PM GMT+7 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Monday, September 21, 2015 at 11:42:00 PM GMT+7 delete

Halo..mba Yoen..terimakasih artikelnya bagus sekali...ngebantu banget bwt saya yg udah lama galau mau beli si otrik ato si otang ini...hihi skrg kayanya fix beli otang ajja #curhat hehe tapi mba saya mau tanya pengalaman mba selama pake oven ini apa harus di ganjal pake batu kaya yg salalu di saranin kalo pakai otang kaya gini ? :) makasi mba...

Reply
avatar
Putri Nur
AUTHOR
Monday, October 26, 2015 at 8:52:00 AM GMT+7 delete

Salam kenal mba Yoen..
saya baru belajar pakai otang, saya kesulitan saat memasukan adonan kue/roti kedalam otang, karena posisi otang melebihi ukuran kompor jadi sya harus pegang bagian pinggir & pintu otang dgn serbet karena panas. Parno bgt takut otang jatuh.. Apa perlu bagian samping kompor di tambah batu bata mba? Saya pakai otang hock no.3, kompornya rinai. Makasih mba :)

Reply
avatar
Tuesday, November 3, 2015 at 7:20:00 AM GMT+7 delete

Mbak, infonya keren banget.. sangat membantu saya mencari tipe oven yang cocok. Nanya sedikit Mbak apa dg otang Hock no 4 ini bisa juga kita manggang pake loyang bundar? Makasih banyak ya Mbak
:)

Reply
avatar
Friday, November 13, 2015 at 9:54:00 AM GMT+7 delete

Saya pakainya langsung taruh di atasnya. Belum pernah coba diganjal pakai bata.
Bisa dicoba Mbak dicoba itu sarannya ..

Reply
avatar
Friday, November 13, 2015 at 9:57:00 AM GMT+7 delete

Bisa dicoba diganjal, sesuaikan dengan kondisi kompor masing2 saja Mbak. Ug penting otang bisa kokoh ..

Reply
avatar
dwi saptarini
AUTHOR
Sunday, November 15, 2015 at 9:22:00 AM GMT+7 delete

Mba knp saya klo bikin roti yg berbahan ragu selalu gagal.masih mentah gitu,,knp y mbak?ada ide gk?

Reply
avatar
koly chen
AUTHOR
Sunday, January 3, 2016 at 9:59:00 PM GMT+7 delete

Mlm mbk Yoen..salam kenal ya mbk,aku ada mslh nich sm oven tangkring ku merk jock no 4 yg atasnya ada tmpt arang, buat kue bolu,bingke pontianak,semua gagal...maklum aku bru jd ibu rmh tangga,hehe..pengen ngebahagiain suami,tp eh malah gatot semua, apa bs ovenku ini buat bikin lapis legit..klo bs gmn cara pembuatannya,di karenakan nih oven panasnya cpt bgt sampe bikin lecet lenganku..mohon di bantu ya mbk..nuhun.

Reply
avatar
Monday, January 4, 2016 at 8:45:00 AM GMT+7 delete

Saya belum pernah memakai otang yang ada tempat arangnya, jadi belum pernah mencoba membuat lapis legit. Hanya setahu saya, yang jenis itu memang bisa untuk membuat lapis legit, dengan menaruh arang di bagian atasnya ( cmiiw ).

Reply
avatar
alia sabila
AUTHOR
Monday, February 15, 2016 at 6:49:00 PM GMT+7 delete

Cara makainya gimana tante? Ovennya langsung ditaruh diatas api apa gimana ? Saya coba langsung diatas api kok malah ovenya berbau ke bakar . tolong infonya ya tante

Reply
avatar
ayu wahyu adi
AUTHOR
Thursday, February 18, 2016 at 12:51:00 PM GMT+7 delete

Saya juga punya otang hock no 3 mba, udh setaun lebih, kalo pake yaa asal make aja, gak ngerti sm penggunaannya, sbnrnya saya bingung kalo manggang cake sebaiknya di rak yg mana, tengah ato atas, krn rak yg baeah jelas gak bs dipake, gosong terus waktu buat kie lebaran kmrn, oiya mba beli termometer utk ovennya dimana dan brp harganya, trm kasih sblmnya, salam kenal 😊

Reply
avatar
Sunday, February 21, 2016 at 5:25:00 PM GMT+7 delete

Yang pernah saya coba, waktu memaggang kue sus, itu suhunya di atas 200 derajat celc.

Reply
avatar
Sunday, February 21, 2016 at 5:26:00 PM GMT+7 delete

Langsung di atas api ( seperti pada gambar ). Coba pakai api kecil saja.

Reply
avatar
Sunday, February 21, 2016 at 5:32:00 PM GMT+7 delete

Memanggang cake di rak tengah. Bisa dipindahkan ke rak atas pada beberapa menit terakhir.
Beli termonya di toko besi dan bangunan. Maaf harga saya lupa.

Reply
avatar
rina
AUTHOR
Friday, March 25, 2016 at 6:17:00 AM GMT+7 delete

salam kenal mba yoen,lebih dr 4x saya memanggang roti pake otang dan hasilnya sll sama,roti matang dan lembut tapi permukaan nya pucat jadinya kurang cantik tampilan nya,pdhl api sdh max dan rotipun sdh diberi bahan olesan,kira-kira apa masalahnya?apakah ketika memanggang saat roti setengah matang putaran hawa harus dibuka?

Reply
avatar
Lulus
AUTHOR
Wednesday, April 6, 2016 at 1:11:00 PM GMT+7 delete

Salam kena mb Yoen, saya pemula dalam dunia baking, dan selama ini pake otang hock jg yg no 3,dan pake pasir juga bawahnya, ada yg mau saya tanyakan barangkali mb Yoen bisa kasi solusi, kalo saya bikin cake knp ya hasilnya selalu ngembang 3 sudut aja sehingga hasil cakenya tidak datar gitu mb alias miring padahal otang maupun kompor posisinya tidak miring mb, salah dimananya ya mb? trimakasih sebelumnya

Reply
avatar
Ria Swan
AUTHOR
Friday, June 17, 2016 at 7:22:00 PM GMT+7 delete

Mbk
Mau nanya oven ku itu yg tmpat aran
Klo buat sponge cake / roti" lain
Aq mles pkek arang atas
Stiap oven roti yg atas slalu bsah gk kering x atas nya
Kyk bantat gtu mbk
Gmna mngatasinya yy mbk

Reply
avatar
Tuesday, July 19, 2016 at 2:51:00 AM GMT+7 delete

Setahu saya cake atau roti cukup dipanggang dengan api bawah.
Kalau bantat, itu sepertinya masalah di adonan roti atau cake nya.
Maaf bila kurang membantu ..

Reply
avatar
Lina Ss
AUTHOR
Sunday, October 9, 2016 at 6:49:00 AM GMT+7 delete

Mba saya beli termometer oven yang mungil ternyata suhunya mentok 150 jg, jadi penasaran googling ketemu postingan ini. Berarti termometer oven yg dijual online yg harga dibawah 100 ribu ga valid jg ya. Baru pertama migrasi dr otrik ke oven gas soalnya

Reply
avatar
Friday, November 18, 2016 at 8:16:00 PM GMT+7 delete

Maaf kurang bisa membantu. Karena tidak bisa lihat termonya.

Reply
avatar
Friday, November 18, 2016 at 8:18:00 PM GMT+7 delete

Coba dulu variasi olesan untuk roti sebelum dipanggang. Mungkin bisa membantu.

Reply
avatar
Thursday, November 24, 2016 at 1:30:00 PM GMT+7 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Saturday, December 24, 2016 at 7:03:00 AM GMT+7 delete

Mungkin bisa dilihat lagi apa ada kesalahan dalam proses pembuatannya. Karena roti beragi membutuhkan proses fermentasi untuk bisa mengembang dengan bagus.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
Tuesday, January 3, 2017 at 10:39:00 PM GMT+7 delete

Halo mbak salam kenal ya. Saya pemula dalam Hal baking. Saya berencan pake otang yang sama seperti punya mbak. Rencananya saya Mau buat brownies dengan otang hawa. Saya Mau nanya Mbak,untuk pemanasan oven kan pakai loyang pasir Dan thermo. Biasanya untuk brownies, berapa lama pemanasannya mbak Dan sampai suhu berapa? Lalu pada saat pemanggangan brownies, loyang pasir dan thermo tetap dibiarkan dalam oven kah mbak? Dan pada saat pemanggangan, putaran hawa nya harus dibuka ya? Terima kasih mbak sebelumnya.

Reply
avatar
Friday, January 6, 2017 at 4:39:00 PM GMT+7 delete

Loyang pasir dan termo selalu berada di dalam oven.
Untuk memanggang brownies, oven dipanaskan hingga jarum termo menunjuk pada suhu 190 derajat celcius. Lamanya bisa berbeda-beda antara oven satu dan lainnya . Taruh loyang adonan di rak tengah, panggang sesuai instruksi resep.
Saya sering membuka hawa pada akhir2 pemanggangan.
Semoga membantu ya ...

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
Wednesday, March 22, 2017 at 8:05:00 PM GMT+7 delete

Salam kenal mba, sy punya oven hock lungsuran almh ibu sy. Tp kalau suhu oven sudah panas kaki2 utk jaringnya itu selalu miring. Jd hasil cake sy bentuknya miring. Apakah mmg begitu mba...terima kasih sebelumnya

Reply
avatar
Friday, March 24, 2017 at 4:44:00 AM GMT+7 delete

Salam kenal juga ..
Saya kok tidak mengalami hal seperti itu ya.

Reply
avatar
taufiq gimbal
AUTHOR
Sunday, August 13, 2017 at 12:21:00 PM GMT+7 delete

Assalamualaikum Mba aku punya oven hock no. 4 yg model arang, aku pngn bikin cotton lemon cheesecake, kira2 harus pake loyang yg ukuran berapa ya? karena kan ada teknik auban Marie, trus di panggang brp lama?, aku biasa nya di paling dasar oven aku pakein abu gosok biar panas nya rata. Mohon pencerahannya ya mba, ini pertama kali mw bikin coz anak ku ultah 😊

Reply
avatar
Friday, August 18, 2017 at 4:46:00 PM GMT+7 delete

Maaf kurang bisa membantu, karena belum pernah coba teknik au bain marie dengan oven ini.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
Tuesday, October 3, 2017 at 7:51:00 AM GMT+7 delete

Alhamdulillah, akhirnya nemu penjelasan yg detail tentang cara penggunaan otang dan termometernya.

Reply
avatar
Friday, October 6, 2017 at 5:08:00 PM GMT+7 delete

Semoga bisa bermanfaat.
Terima kasih kunjungannya.

Reply
avatar
Friday, October 6, 2017 at 5:08:00 PM GMT+7 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Nunik Lestari
AUTHOR
Thursday, October 19, 2017 at 2:16:00 PM GMT+7 delete

Mba, brti percuma dong yah klo beli otang yg ad termometernya, cz g valid, musti beli trmometer lg..

Reply
avatar

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf atas moderasi yang saya lakukan. Saya akan berusaha membalas komentar secepatnya ...