OVENKU OVEN TANGKRING

06:30 79 Comments A+ a-

Sebenarnya sejak dulu saya selalu ingin membuat kue yang dipanggang dengan oven. Apalagi kalau pas lihat resep dan lihat gambarnya, kepengen deh. Tetapi karena tidak punya oven ( oven tua sudah jadi rongsokan, he ) akhirnya yang dibuat selalu kue-kue yang dikukus. Menjelang lebaran beberapa tahun lalu, saya kembali bersemangat untuk membuat kue kering sendiri, sehingga keinginan membeli oven kembali muncul. Dan mulailah saya berburu oven yang cocok untuk saya.

Oven listrik tentunya menjadi salah satu pilihan bila dilihat dari sisi 'praktis'nya. Seperti kita tahu bahwa si oven listrik dilengkapi dengan 'timer' dan pengatur suhu sehingga saat proses memanggang kita bisa mengerjakan yang lain. Namun hasil survey ke beberapa toko menunjukkan bahwa oven listrik membutuhkan daya listrik yang besar. Sangat riskan untuk dipakai di rumah saya yang tegangannya rendah. Bisa-bisa pas lagi memanggang kue, lampu di rumah padam semua, he.

Keputusannya waktu itu, lupakan sejenak keinginan untuk memiliki oven listrik dan pilihan beralih pada oven tangkring atau oven kompor atau ada juga yang menyebutnya oven kodok. Selain harganya yang jauh lebih murah, yang jelas oven kompor tidak akan mempengaruhi konsumsi listrik di rumah.
Baca juga : Pengalaman Menggunakan Oven Listrik 
Oven saya ini dilengkapi dengan termometer tempel pada kaca depan. Pada awal-awal pemakaian, hasilnya belum seperti yang diharapkan. Misalnya waktu memanggang bolu, kematangannya tidak merata, bagian luar sudah matang kecoklatan sementara bagian dalamnya masih agak mentah.
Oven Tangkring

( update 2/4/2013 ) Oven saya ini - seperti dalam gambar adalah model no.4. Ukuran luarnya kurang lebih 40cmX40cm, sedangkan loyang yang bisa masuk berukuran antara 24-26 cm persegi.

Dari baca-baca di internet, ada termometer oven yang bentuknya seperti jam ( mirip stopwatch ). Saya pikir kalau ada termometer seperti itu mungkin bagus untuk oven ini. Tapi termometer tersebut sulit ditemukan di daerah saya dan harus dibeli secara online dengan harga yang lumayan mahal tentunya. Waktu saya tanyakan ke sebuah tempat kursus masak, saya disarankan ke toko besi dan bahan bangunan. Akhirnya saya temukan termometer oven yang merupakan spare part oven gas besar. Ukurannya lebih besar dari yang dijual online, tapi masih bisa masuk dan ditaruh di dasar oven.

Dengan adanya termometer ini terihat bahwa jarum penunjuk termo oven tangkring memang kurang valid. Jarum berhenti pada suhu sekitar 150 derajat dan tidak bergerak lagi, padahal saat suhu dalam oven semakin meningkat, seharusnya jarum bergerak naik.

Hal lain lagi adalah dengan adanya termo pada dasar oven, rak oven yang bisa difungsikan tinggal 2 rak saja, yaitu rak tengah dan rak paling atas. Untuk memanggang cake kita bisa meletakkannya di rak tengah, sedangkan untuk kue kering karena loyangnya pendek kita bisa memakai dua-duanya ( tengah dan atas ).
Oven Tangkring

Saat membeli oven ini, ada 1 rak kawat bawaan yang sangat bermanfaat untuk menaruh loyang. Taruh rak ini di tengah agar cake matang merata. Loyang berisi adonan tinggal kita taruh di atasnya. Nah, karena rak kawat ini cuma satu, saat memanggang kue kering kita harus mencari loyang yang bisa pas ukurannya dengan ruang oven, jadi bisa nangkring di atasnya. Kalau nggak pas ukurannya, pas ditaruh resiko jeblok ke bawah lho, he. Jadi sebelum beli loyang, pastikan tidak mepet dan tidak terlalu longgar sama ovennya.
Baca juga : Ovenku Oven Tangkring II 
Untuk rak paling bawah, saya hampir tidak pernah menggunakannya, karena ada termo oven di sana. Bagusnya, sekalian kita manfaatkan area bawah ini untuk menaruh loyang pasir. Katanya loyang pasir ini bermanfaat untuk mengatasi panas oven yang kurang merata. Saya mendapat ilmu pasir ini dari milis NCC. Seperti ini caranya :
gunakan loyang pendek ( misal : loyang kue kering ) taruh pasir, ratakan, taruh loyang di dasar oven.


Karena oven ini menggunakan api kompor sebagai sumber panasnya kita harus pintar-pintar memonitor api kompor agar suhu tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Untuk pemanasan awal, api kompor bisa dibesarkan. Setelah suhu tercapai, kecilkan api untuk pemeliharaan saja.
Saat memanggang dan penunjuk suhu terlalu turun api kompor bisa dibesarkan sedikit. Setelah suhu tercapai, api bisa diset kecil lagi sekedar untuk menjaga kestabilan suhu oven. Begitu seterusnya ...

Waktu dan suhu yang dibutuhkan untuk memanggang cake bisa jadi berbeda dengan yang tertulis di resep. Selain memang oven yang dipakai berbeda, besar api juga akan menentukan lama atau cepatnya cake matang merata. Kenali dan hafalkan karakter oven kita baik-baik.
Oh ya, oven seperti ini ada dua model, yaitu model putaran hawa dan model tempat arang. Untuk tipe pertama terdapat beberapa lubang di bagian atas oven untuk membuang panas. Menurut pengalaman beberapa orang yang sering menggunakan oven tangkring, bila lubang-lubang bagian atas dibuka akan membuang hawa panas keluar dan berefek pada bagian atas kue/cake menjadi matang/kecoklatan. Sedangkan untuk tipe kedua, yaitu model tempat arang, pada bagian atasnya ada cekungan untuk menaruh arang dan berfungsi sebagai api atas.

Oven saya ini adalah model putaran hawa, jadi memang tidak bisa dipakai untuk membuat kue dengan panas api atas seperti lapis legit a_
Itulah cerita seputar oven tangkring saya. Di tengah bermunculannya alat-alat baking zyang semakin modern, oven ini masih pas di hati. Masih tangguh dan menjadi partner setia membuat kue-kue dan jajanan.

79 komentar

Write komentar
Anonim
AUTHOR
Minggu, 24 Juni 2012 08.17.00 WIB delete

sama dgn milik saya mbak...
pantesan punya saya jadi gosong terus kuenya...

Reply
avatar
kayumanisku
AUTHOR
Jumat, 06 Juli 2012 16.35.00 WIB delete

Oh ya, dicarikan termometernya jeng...

Reply
avatar
rosantisaja
AUTHOR
Minggu, 31 Maret 2013 22.24.00 WIB delete

Mba ini oven Hock nomor berapa? No 2 apa ga kegedean buat kompor gas biasa ya (2 tungku)? Thanks.

Reply
avatar
Selasa, 02 April 2013 07.58.00 WIB delete

Di kotaknya tertulis : model no.4. Ukurannya kurang lebih 40cmx40cm. Tapi loyang terbesar yg bisa masuk cuma ukuran 24 cm. Saya biasa taruh di kompor gas 2 tungku. Untungnya pas...

Reply
avatar
rosantisaja
AUTHOR
Sabtu, 20 April 2013 18.15.00 WIB delete

Iya. Ukuran 4 itu yang paling kecil. Saya juga suka masak. Tapi masih SuJu. Alias super junior...Wkwkwk...Masih belum Pro kayak Mba:) Saya dah beli oven yang no 3. Tapi kok laper mata pengen nukar yang no 2. Biar lebih banyak kapasitas yang dipanggang. Tapi setelah diliat2 kayaknya udah pas kalo yang no 3. Gede juga Mbak:) Btw blognya bagus loh, informatif juga. Thanks for sharing.

Reply
avatar
Minggu, 21 April 2013 00.23.00 WIB delete

Belum Pro Mbak Ros, tapi hobi coba-coba. Soal oven pastikan mantep dulu deh, supaya manfaatnya maksimal. Oke, happy baking !

Reply
avatar
Tyas
AUTHOR
Jumat, 03 Mei 2013 09.38.00 WIB delete

mbak Yoen....saya juga pke hock tp yg no.3 n ada thermometer yg diatas itu. tapi sering nya slalu gosong kalau buat ngoven cake..padahal suhu sama dg yg diresep...knapa ya mba? jadi takut bikin cake pke oven...slalu yg kukus. bsa sharing info nya mba? terima kasih

Reply
avatar
Jumat, 03 Mei 2013 18.37.00 WIB delete

Itu karena termometer oven yang menempel itu tidak menunjukkan suhu dengan benar. Jadi, kalau kita tidak bisa memperkirakan panas si oven, mending dibelikan termometer jam saja. Oya, tambahan tips : pakai ilmu pasir supaya panasnya merata. Bisa dilihat di artikel Kamus-Konversi Baking. Semoga membantu. Happy baking !

Reply
avatar
Tyas
AUTHOR
Sabtu, 04 Mei 2013 08.00.00 WIB delete

Terima kasih mba info'nya... n ijin save artikel Kamus-Konversi Baking nya ya mba ;)

Reply
avatar
Sabtu, 04 Mei 2013 11.43.00 WIB delete

Sama-sama. Monggo kalau mau disave ...

Reply
avatar
its my blog
AUTHOR
Senin, 01 Juli 2013 21.12.00 WIB delete

mba salam kenal ilmu pasir nya save di artikel mana ya ? tx

Reply
avatar
Rabu, 03 Juli 2013 07.16.00 WIB delete

Salam kenal juga. Tips ilmu pasir ada di laman Kamus - Tips Dapur ( bagian atas blog-di bawah judul ).

Reply
avatar
Mega Sarfika
AUTHOR
Minggu, 13 Oktober 2013 20.13.00 WIB delete

terima kasih sharingnya sangat bermanfaat. salam kenal. maaf mau tanya, kalau bikin kue kering atau bolu, manggangnya harus dari rak bawah terus dipindahin ke atas gitu ya? ga bisa ya kalo sekaligus 2 loyang? terima kasih sebelumnya :)

Reply
avatar
Senin, 14 Oktober 2013 14.59.00 WIB delete

Salam kenal juga Mbak.
Saya biasanya taruh di rak tengah, seperti gambar ( sudah saya tambahkan gambar oven yang terbuka ) dan rak paling atas. Tapi ntar ada acara mindah2 alias tukar tempat, supaya semua dapat panas merata. Kalau rak bawah, hampir tidak pernah difungsikan karena ada termometernya. Oya, rak paling bawah ini juga mepet sekali dengan api kompor, jadi cepet gosongnya.
Semoga membantu. Terima kasih kunjungannya.

Reply
avatar
Minggu, 16 Februari 2014 22.18.00 WIB delete

Salam kenal mba... Oven sy jg persis, spt ini...tapi ngga tau bener atau ngga yaa...sy klo pake oven ini, caranya sy sama kan aja spt klo pake bakingpan gituu... Jadi yaa...10 menit sy tutup ruang hawa nya...sy intip tuh cake nya...klo dah naik...sy buka dikit putaran hawanya... Hasilnya sih...yaa..ngga gosong ya... Tapi deg degan nya itu...cukup stress nih klo bikin cake. Klo mba...gimana yah...cara nya...? Oya...sy pernah jg ngeyel bikin bika ambon pake oven ini, dgn cara pintunya sy ganjel terbuka...haduuuh...repooottt..., hasilnya...bersarang sih...tp gk spt yg dijual ituuu...hiks...(ngga kapok, cuma mau bikin lagi jd ancang ancang, eh taunya bener yak...oven ini ngga bisa utk bika ambon...)...aq ijin save ya mba...makasih

Reply
avatar
Senin, 17 Februari 2014 18.09.00 WIB delete

Salam kenal juga ..
Kalau saya biasanya panaskan oven dulu ( putaran hawa ditutup ) sampai suhu yg diinginkan. Bila suhu sudah sesuai, masukkan loyang berisi adonan, lalu apinya diset kecil saja yang penting bisa mempertahankan panas dalam ruang oven dan buka putaran hawa agar panas keluar.
Semoga membantu ..

Reply
avatar
Ika Koentjoro
AUTHOR
Jumat, 06 Juni 2014 18.03.00 WIB delete

Aku baru beli oven tangkring arang yang ada termometernya tapi hasilnya malah sering gosong. Padahal beli pengennya mempermudah mengetahui suhunya. Termometer max menunjukkan angka 150. Apa solusinya mbak. Apa tetep pakai loyang pasir?

Reply
avatar
Ika Koentjoro
AUTHOR
Jumat, 06 Juni 2014 18.11.00 WIB delete

Putaran hawanya ada di sebelah mana ya mbak

Reply
avatar
Senin, 09 Juni 2014 13.55.00 WIB delete

Termometer nya bawaan dari oven tangkringnya ? Mungkin termo nya itu yang kurang valid. Coba dibelikan termometer oven. Kalau tidak kita harus pintar-pintar mengatur api nya, supaya panasnya tidak kebablasan.

Reply
avatar
Senin, 09 Juni 2014 13.57.00 WIB delete

Di bagian atas. Atap oven itu ada lubang2 yang bisa di putar dari luar untuk membuka dan menutupnya.

Reply
avatar
ade kurniasih
AUTHOR
Rabu, 11 Juni 2014 20.07.00 WIB delete

Mba beli termometer nya di toko apa ya? Ditmpt alat2 baking adakah?

Reply
avatar
titin
AUTHOR
Senin, 23 Juni 2014 20.59.00 WIB delete

Saya pakai oven merk ini selalu gosong pinggirnya. Sering putus asa karena selalu terbuang separo. Kira2 kenapa ya mba? Apakah bisa diatasi dengan pasir!

Reply
avatar
Sabtu, 28 Juni 2014 18.56.00 WIB delete

Saya dulu beli di toko alat bangunan. Termometer untuk oven gas besar, cuma saya taruh di rak terbawah.

Reply
avatar
Sabtu, 28 Juni 2014 18.57.00 WIB delete

Dicoba saja mbak, siapa tahu berhasil ...

Reply
avatar
Bagus Tok
AUTHOR
Senin, 30 Juni 2014 07.21.00 WIB delete

Mba apakah oven model tangkring arang itu bs dipakai mskpn diatasnya tidak dikasih arang yaa ? Ato wajib dksh ?(Arangnya itu sprti arang sate yg menyalla trs ditaruh atas )mohon pencerahanya sy msh pemula...trmsksh mba

Reply
avatar
Bagus Tok
AUTHOR
Senin, 30 Juni 2014 11.45.00 WIB delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Selasa, 01 Juli 2014 12.24.00 WIB delete

Waduh, saya tidak punya pengalaman menggunakan otang yang ada tempat arangnya. Tapi pernah baca, kalau tidak memerlukan api atas ya tidak perlu diberi arang. Kalau diperlukan arang, misal membuat lapis legit, baru ditaruh arang menyala di atasnya. Semoga membantu ...

Reply
avatar
jefry ryna
AUTHOR
Rabu, 16 Juli 2014 04.08.00 WIB delete

ada yang tau cara memperbaiki oven gas ini ga?punya saya kalo pemakaian diatas 10 menit keluar api di pematiknya,jadi sekarang g ke pake.padahal baru beli sekitar 4 bulan.kalo ada yang bisa mohon share donk

Reply
avatar
Rabu, 16 Juli 2014 11.07.00 WIB delete

Oven gas yang mana maksudnya ?

Reply
avatar
Sabtu, 09 Agustus 2014 12.43.00 WIB delete

Salam kenal ya mba Yoen,
Share nya bermanfaat banget nihh, kebetulan aku baru mau beli oven, kepingin belajar bikin kue juga nih.. Oia mba, cara masuk ke milis nnc gimana yaa?
Dan klo menurut mba yoen, untuk pemula lebih mudah menggunakan oven hawa atw arang ya mba? Agak kurang ngerti juga dgn kegunaan masing2 jenis oven ini nih mba..
Makasih atas "pencerahan" nya ya mba :)

Reply
avatar
Senin, 11 Agustus 2014 10.26.00 WIB delete

Salam kenal juga ..
Untuk bergabung di milis NCC, kirim email kosong ke : naturalcookingclub-subscribe@yahoogroups.com Selanjutnya akan dibalas emailnya dan ikuti petunjuknya.

Oven tangkring bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Oven dengan tempat arang bisa digunakan untuk membuat kue yang dibutuhkan api atas misal lapis legit, sedang oven putaran hawa tidak bisa.

Reply
avatar
Sidah Dalia
AUTHOR
Sabtu, 25 Oktober 2014 19.12.00 WIB delete

Alam kenal mba Yoen. Thx infonya bermanfaat sekali. Sy mao tanya.. Apa ontang yg ada tempat arang nya bisa dipakai untuk kue kering dan cake biasa? Thx sebelumnya

Reply
avatar
Esa
AUTHOR
Selasa, 09 Desember 2014 16.53.00 WIB delete

Salam kenal mbak Yoen. Kemaren-kemaren pake oven pinjeman yang ada tempat arangnya, sedang hobby bikin roti, sesuai resep pake api atas bawah, api atas aku pake arang di tempat arangnya. Pas mau beli oven sendiri, aku beli yang pake bukaan hawa karena katanya hock ga ngeluarin lagi yang ada tempat arangnya. Pas coba bikin roti, rotinya gatot (selama ini bikin roti dengan otang yang pake api atas dan bawah). Sediiiih hiks. Mbak Yoen punya pengalaman bikin roti dengan otang yang ada bukaan hawanya ga? Share dong, biar galauku ga lama-lama (hihihihi lebay)

Reply
avatar
Kamis, 11 Desember 2014 04.27.00 WIB delete

Salam kenal juga, Mbak. Saya baru beberapa kali bikin roti, dipanggang pakai oven ini juga. Oke-oke saja kok. Coba dilihat lagi apakah gagalnya karena ovennya atau sebab yang lain.

Reply
avatar
Anonim
AUTHOR
Senin, 15 Desember 2014 05.34.00 WIB delete

Mbak saya baru beli oven tangkring tapi merk bima karena di toko dekat rumah adanya cuma merk itu.Di dalamnya cuma ada 2 rak,kalo bikin cake bagusnya taruh di rak atas atau bawah ya..
Kira2 cepat gosong ga kalo dibawah

Reply
avatar
Selasa, 16 Desember 2014 19.05.00 WIB delete

Karena tidak bisa lihat letak rak nya, jadi saya kasih sarannya kira-kira saja ya. Intinya letak loyang adonan berada di tengah oven. Kalau terlalu mepet bawah ( dekat api ) cake bagian bawah cepat gosong, kalau terlalu mepet atas, lama matangnya.
Kalau hanya ada 2 rak, mungkin bisa ditaruh di rak bawah, saat cake sudah set, pindahkan ke rak atasnya. Semoga membantu..

Reply
avatar
Rabu, 17 Desember 2014 09.22.00 WIB delete

Maaf saya sendiri belum pernah pakai oven yang ada tempat arangnya, tapi saya pernah baca bisa dipakai untuk cake maupun kue kering.

Reply
avatar
Anonim
AUTHOR
Selasa, 27 Januari 2015 23.37.00 WIB delete

mbak aku masih gangerti cara make ilmu pasir huhu. ada contoh gambar yg lebih jelas lagi? jadi pasirnya itu dibawah termometernya atau gimana?

Reply
avatar
Sabtu, 31 Januari 2015 17.11.00 WIB delete

Iya, mbak. Loyangnya di isi pasir, ratakan, kemudian ditaruh di dasar oven. Jadi posisi termonya ntar memang di atas pasirnya. Semoga membantu ..

Reply
avatar
Lynna wijaya
AUTHOR
Senin, 02 Februari 2015 14.10.00 WIB delete

Mbak, pasir nya bisa langsung di ratakan di atas loyang dan di taruh di otang atau mesti di cuci dulu pasir nya?
Salam kenal ya mbak yoen, saya baru beli otang jg, mohon pencerahan nya :)

Mampir di Blog ku jg ya mbak^^
http://lynnawijaya.blogspot.com

Reply
avatar
Jumat, 13 Februari 2015 11.55.00 WIB delete

Gambar loyang pasir ala saya sudah saya tambahkan di artikelnya Mbak. Semoga membantu ya ...

Reply
avatar
arti jayanti
AUTHOR
Sabtu, 14 Februari 2015 05.58.00 WIB delete

Mba Yoen, saya baru mau mulai pake oven nih. Baru mau coba pake otang. Kalau untuk bikin cookies bisa tidak pake yang hawa? Lebih maksimal pakai arang atau hawa? Makasih mba :)

Reply
avatar
Sabtu, 14 Februari 2015 11.41.00 WIB delete

Saya buat cookies pakai oven ini juga Mbak. Harus rajin mengawasi api/suhu dan menukar letak loyang supaya kue kering matangnya merata. Kalau yang pakai arang saya belum pernah mencoba. Semoga membantu ..

Reply
avatar
Dhewiberta
AUTHOR
Senin, 16 Maret 2015 15.08.00 WIB delete

Mbak Yoen, kalau aku baca di websites resmi Hock, lubang hawa yang terbuka berguna untuk mengalirkan udara panas keluar lewat atas sehingga permukaan atas kue lebih cepat panas. Kalau kayak gini, berarti sama dengan api atas ga sih? Terimakasih Mbak.

Reply
avatar
Rabu, 22 April 2015 00.29.00 WIB delete

Iya, tetapi uap panasnya tidak sepanas api atas beneran, misal yang pakai arang yang bisa dipakai untuk memanggang kue tertentu, misal lapis legit ( CMIIW).

Reply
avatar
Sabtu, 12 September 2015 17.32.00 WIB delete

Salam kenal mba Yoen...
Untuk beli termometer yg besar (yg kata mba dari sparepart oven besar) itu di mana ya? Makasih

Reply
avatar
Rabu, 16 September 2015 18.38.00 WIB delete

Saya waktu itu beli di toko bangunan.

Reply
avatar
Rabu, 16 September 2015 18.38.00 WIB delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Senin, 21 September 2015 23.42.00 WIB delete

Halo..mba Yoen..terimakasih artikelnya bagus sekali...ngebantu banget bwt saya yg udah lama galau mau beli si otrik ato si otang ini...hihi skrg kayanya fix beli otang ajja #curhat hehe tapi mba saya mau tanya pengalaman mba selama pake oven ini apa harus di ganjal pake batu kaya yg salalu di saranin kalo pakai otang kaya gini ? :) makasi mba...

Reply
avatar
Putri Nur
AUTHOR
Senin, 26 Oktober 2015 08.52.00 WIB delete

Salam kenal mba Yoen..
saya baru belajar pakai otang, saya kesulitan saat memasukan adonan kue/roti kedalam otang, karena posisi otang melebihi ukuran kompor jadi sya harus pegang bagian pinggir & pintu otang dgn serbet karena panas. Parno bgt takut otang jatuh.. Apa perlu bagian samping kompor di tambah batu bata mba? Saya pakai otang hock no.3, kompornya rinai. Makasih mba :)

Reply
avatar
Selasa, 03 November 2015 07.20.00 WIB delete

Mbak, infonya keren banget.. sangat membantu saya mencari tipe oven yang cocok. Nanya sedikit Mbak apa dg otang Hock no 4 ini bisa juga kita manggang pake loyang bundar? Makasih banyak ya Mbak
:)

Reply
avatar
Jumat, 13 November 2015 09.54.00 WIB delete

Saya pakainya langsung taruh di atasnya. Belum pernah coba diganjal pakai bata.
Bisa dicoba Mbak dicoba itu sarannya ..

Reply
avatar
Jumat, 13 November 2015 09.57.00 WIB delete

Bisa dicoba diganjal, sesuaikan dengan kondisi kompor masing2 saja Mbak. Ug penting otang bisa kokoh ..

Reply
avatar
Jumat, 13 November 2015 09.58.00 WIB delete

Tidak masalah pakai loyang bundar ..

Reply
avatar
dwi saptarini
AUTHOR
Minggu, 15 November 2015 09.22.00 WIB delete

Mba knp saya klo bikin roti yg berbahan ragu selalu gagal.masih mentah gitu,,knp y mbak?ada ide gk?

Reply
avatar
koly chen
AUTHOR
Minggu, 03 Januari 2016 21.59.00 WIB delete

Mlm mbk Yoen..salam kenal ya mbk,aku ada mslh nich sm oven tangkring ku merk jock no 4 yg atasnya ada tmpt arang, buat kue bolu,bingke pontianak,semua gagal...maklum aku bru jd ibu rmh tangga,hehe..pengen ngebahagiain suami,tp eh malah gatot semua, apa bs ovenku ini buat bikin lapis legit..klo bs gmn cara pembuatannya,di karenakan nih oven panasnya cpt bgt sampe bikin lecet lenganku..mohon di bantu ya mbk..nuhun.

Reply
avatar
Senin, 04 Januari 2016 08.45.00 WIB delete

Saya belum pernah memakai otang yang ada tempat arangnya, jadi belum pernah mencoba membuat lapis legit. Hanya setahu saya, yang jenis itu memang bisa untuk membuat lapis legit, dengan menaruh arang di bagian atasnya ( cmiiw ).

Reply
avatar
alia sabila
AUTHOR
Senin, 15 Februari 2016 18.49.00 WIB delete

Cara makainya gimana tante? Ovennya langsung ditaruh diatas api apa gimana ? Saya coba langsung diatas api kok malah ovenya berbau ke bakar . tolong infonya ya tante

Reply
avatar
ayu wahyu adi
AUTHOR
Kamis, 18 Februari 2016 12.51.00 WIB delete

Saya juga punya otang hock no 3 mba, udh setaun lebih, kalo pake yaa asal make aja, gak ngerti sm penggunaannya, sbnrnya saya bingung kalo manggang cake sebaiknya di rak yg mana, tengah ato atas, krn rak yg baeah jelas gak bs dipake, gosong terus waktu buat kie lebaran kmrn, oiya mba beli termometer utk ovennya dimana dan brp harganya, trm kasih sblmnya, salam kenal 😊

Reply
avatar
Minggu, 21 Februari 2016 17.25.00 WIB delete

Yang pernah saya coba, waktu memaggang kue sus, itu suhunya di atas 200 derajat celc.

Reply
avatar
Minggu, 21 Februari 2016 17.26.00 WIB delete

Langsung di atas api ( seperti pada gambar ). Coba pakai api kecil saja.

Reply
avatar
Minggu, 21 Februari 2016 17.32.00 WIB delete

Memanggang cake di rak tengah. Bisa dipindahkan ke rak atas pada beberapa menit terakhir.
Beli termonya di toko besi dan bangunan. Maaf harga saya lupa.

Reply
avatar
rina
AUTHOR
Jumat, 25 Maret 2016 06.17.00 WIB delete

salam kenal mba yoen,lebih dr 4x saya memanggang roti pake otang dan hasilnya sll sama,roti matang dan lembut tapi permukaan nya pucat jadinya kurang cantik tampilan nya,pdhl api sdh max dan rotipun sdh diberi bahan olesan,kira-kira apa masalahnya?apakah ketika memanggang saat roti setengah matang putaran hawa harus dibuka?

Reply
avatar
Lulus
AUTHOR
Rabu, 06 April 2016 13.11.00 WIB delete

Salam kena mb Yoen, saya pemula dalam dunia baking, dan selama ini pake otang hock jg yg no 3,dan pake pasir juga bawahnya, ada yg mau saya tanyakan barangkali mb Yoen bisa kasi solusi, kalo saya bikin cake knp ya hasilnya selalu ngembang 3 sudut aja sehingga hasil cakenya tidak datar gitu mb alias miring padahal otang maupun kompor posisinya tidak miring mb, salah dimananya ya mb? trimakasih sebelumnya

Reply
avatar
Ria Swan
AUTHOR
Jumat, 17 Juni 2016 19.22.00 WIB delete

Mbk
Mau nanya oven ku itu yg tmpat aran
Klo buat sponge cake / roti" lain
Aq mles pkek arang atas
Stiap oven roti yg atas slalu bsah gk kering x atas nya
Kyk bantat gtu mbk
Gmna mngatasinya yy mbk

Reply
avatar
Selasa, 19 Juli 2016 02.51.00 WIB delete

Setahu saya cake atau roti cukup dipanggang dengan api bawah.
Kalau bantat, itu sepertinya masalah di adonan roti atau cake nya.
Maaf bila kurang membantu ..

Reply
avatar
Lina Ss
AUTHOR
Minggu, 09 Oktober 2016 06.49.00 WIB delete

Mba saya beli termometer oven yang mungil ternyata suhunya mentok 150 jg, jadi penasaran googling ketemu postingan ini. Berarti termometer oven yg dijual online yg harga dibawah 100 ribu ga valid jg ya. Baru pertama migrasi dr otrik ke oven gas soalnya

Reply
avatar
Jumat, 18 November 2016 20.14.00 WIB delete

Coba dicek apakah apinya rata ?

Reply
avatar
Jumat, 18 November 2016 20.16.00 WIB delete

Maaf kurang bisa membantu. Karena tidak bisa lihat termonya.

Reply
avatar
Jumat, 18 November 2016 20.18.00 WIB delete

Coba dulu variasi olesan untuk roti sebelum dipanggang. Mungkin bisa membantu.

Reply
avatar
Kamis, 24 November 2016 13.30.00 WIB delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Sabtu, 24 Desember 2016 07.03.00 WIB delete

Mungkin bisa dilihat lagi apa ada kesalahan dalam proses pembuatannya. Karena roti beragi membutuhkan proses fermentasi untuk bisa mengembang dengan bagus.

Reply
avatar
Anonim
AUTHOR
Selasa, 03 Januari 2017 22.39.00 WIB delete

Halo mbak salam kenal ya. Saya pemula dalam Hal baking. Saya berencan pake otang yang sama seperti punya mbak. Rencananya saya Mau buat brownies dengan otang hawa. Saya Mau nanya Mbak,untuk pemanasan oven kan pakai loyang pasir Dan thermo. Biasanya untuk brownies, berapa lama pemanasannya mbak Dan sampai suhu berapa? Lalu pada saat pemanggangan brownies, loyang pasir dan thermo tetap dibiarkan dalam oven kah mbak? Dan pada saat pemanggangan, putaran hawa nya harus dibuka ya? Terima kasih mbak sebelumnya.

Reply
avatar
Jumat, 06 Januari 2017 16.39.00 WIB delete

Loyang pasir dan termo selalu berada di dalam oven.
Untuk memanggang brownies, oven dipanaskan hingga jarum termo menunjuk pada suhu 190 derajat celcius. Lamanya bisa berbeda-beda antara oven satu dan lainnya . Taruh loyang adonan di rak tengah, panggang sesuai instruksi resep.
Saya sering membuka hawa pada akhir2 pemanggangan.
Semoga membantu ya ...

Reply
avatar
Anonim
AUTHOR
Rabu, 22 Maret 2017 20.05.00 WIB delete

Salam kenal mba, sy punya oven hock lungsuran almh ibu sy. Tp kalau suhu oven sudah panas kaki2 utk jaringnya itu selalu miring. Jd hasil cake sy bentuknya miring. Apakah mmg begitu mba...terima kasih sebelumnya

Reply
avatar
Jumat, 24 Maret 2017 04.44.00 WIB delete

Salam kenal juga ..
Saya kok tidak mengalami hal seperti itu ya.

Reply
avatar
taufiq gimbal
AUTHOR
Minggu, 13 Agustus 2017 12.21.00 WIB delete

Assalamualaikum Mba aku punya oven hock no. 4 yg model arang, aku pngn bikin cotton lemon cheesecake, kira2 harus pake loyang yg ukuran berapa ya? karena kan ada teknik auban Marie, trus di panggang brp lama?, aku biasa nya di paling dasar oven aku pakein abu gosok biar panas nya rata. Mohon pencerahannya ya mba, ini pertama kali mw bikin coz anak ku ultah 😊

Reply
avatar
Jumat, 18 Agustus 2017 16.46.00 WIB delete

Maaf kurang bisa membantu, karena belum pernah coba teknik au bain marie dengan oven ini.

Reply
avatar

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf atas moderasi yang saya lakukan. Saya akan berusaha membalas komentar secepatnya ...