HANDPHONEKU DARI JAMAN KE JAMAN

Banyak hal berubah seiring berubahnya waktu. Begitu juga dengan handphone yang pernah saya pakai, selalu berbeda dari jaman ke jaman. Masing-masing punya cerita dan kesan yang masih saya ingat hingga kini.

Saya termasuk orang yang tak tergesa-gesa bila ingin membeli suatu barang. Apalagi barang kebutuhan tersier yang relatif mahal harganya. Biasanya saya akan mengendapkan keinginan tersebut untuk beberapa lama. Bisa berakhir dengan membeli, bisa juga akhirnya batal membeli setelah lupa akan keinginan tersebut. Seperti itu juga saat dulu ingin membeli handphone. Handphone bagi saya bukan barang murah, tapi kebutuhan komunikasi dengan saudara-saudara yang merantau dan teman-teman di tempat kerja mengharuskan saya memiliki gadget satu ini.

Handphone pertama saya adalah Samsung C200. Belinya nitip sama teman karena waktu itu saya tidak familiar dengan handphone dan segala pernik-perniknya.

Kejernihan suara dan gambar adalah kelebihan dari produk-produk Samsung saat itu. Walaupun mungil handphone ini dapat menyimpan ribuan entri di phonebooknya. Jadi kita tak perlu khawatir kehabisan tempat untuk nomer kontak teman-teman dan saudara. Dengan layar 1,6 inchi Samsung C200 memberikan pengalaman baru bagi saya saat men-download ringtone dan gambar-gambar unik untuk wallpaper. Berasa keren sudah bisa koneksi internet dengan handphone, padahal cuma download gambar dan suara saja, he.

Kerusakan handphone Samsung ini bermula saat baterainya agak sulit dipasang di bodynya. Ternyata itu disebabkan karena baterainya yang mulai menggelembung. Karena sulit mencari baterei original, teman saya memberikan baterai KW untuk dicoba. Tapi itu juga tak terlalu membantu, sehingga akhirnya si mungil C200 harus berakhir dan harus saya carikan gantinya. Saya harus rela melepas hape kesayangan saya ini.

Berbekal review dari Tabloid Pulsa saya memilih Nokia 5070. Belinya juga lewat teman. Warnanya eye catching, pengoperasiannya mudah dan keypadnya juga nyaman digunakan. Dan pastinya harganya sesuai dengan budget saya. Dengan layar 1,8 inchi kita sudah bisa menjelajah dunia maya, walaupun dengan tampilan sangat sederhana. O ya, Nokia 5070 ini juga sangat nyaman digenggam karena body nya sedikit lebih tebal dengan sisi depan belakang yang rata, mirip bentuk balok.

Kurang lebih 3 tahun hape ini menemani hari-hari saya sampai suatu ketika hape ini tak lagi bersuara. Bisa dibilang handphone ini akhirnya rusak karena faktor kelalaian saya sendiri. Beberapa kali jatuh dan kontak dengan air sepertinya menjadi penyebab matinya volume dan kemudian menyusul kerusakan lainnya. Sebenarnya saya berharap hape kedua ini bisa bertahan lebih lama. Tapi apa mau dikata ...

Setelah dua hape sebelumnya memakai keypad default ( bener enggak ya ini istilahnya ?! ), kali ini saya tertarik untuk memiliki handphone dengan qwerty keypad. Saya pikir hape dengan qwerty keypad itu layarnya lebih lega pasti akan lebih leluasa untuk mengetik pesan atau internetan. Kali ini tidak lagi minta bantuan teman. Saya sudah keluar dari zona katrok dan sudah pede tanya harga dan menawar gadget di mall elektronik. Handphone ke-3 ini bukan merk ternama. Bisa dibilang coba-coba dan pengin tampil beda. Melihat harganya yang lumayan, saya berharap kinerjanya juga sepadan.

Rupanya saya kurang beruntung. Justru dari hape ini saya mengalami berbagai keluhan yang belum pernah saya temui sebelumnya. Tombol delete adalah masalah pertama yang saya temui di hape ini. Tombol delete ini tidak hanya menghapus satu per satu karakter di layar message, tetapi semua karakter di layar akan terhapus, sehingga kita harus mengetik ulang dari awal lagi. Tak hanya merepotkan tapi juga menjengkelkan. Ada yang bilang, mungkin saya yang terlalu keras mencetnya. Tapi belakangan saya buktikan handphone lain beroperasi dengan baik di tangan saya. Tidak ada tombol delete yang error seperti ini.

Saya masih berusaha menaklukkan si tombol delete ini, hingga suatu ketika hape ini tak bisa lagi di hidupkan kan. Saya bawa ke service centernya, dibilang sama CS nya untuk nge-charge hape sebelum baterainya habis.
Ok, saran sudah dilaksanakan. Tetapi tak berapa lama terjadi lagi hal serupa. Dan memang masalah bukan terletak pada cara nge-chargenya, karena akhirnya hape ini divonis : harus ganti baterai.
Lalu apakah baterainya tersedia ? Ternyata tidak ada dan harus inden dulu.
Setelah ditunggu-tunggu baterai pun tak kunjung didapatkan. Dan belakangan service center yang ada di Yogya pun saya lihat tutup dan tidak tahu pindah ke mana. Saya juga tak berniat mengontak service center pusatnya di Jakarta karena bagi saya handphone ini sudah berakhir dan lebih baik dicarikan gantinya.

Handphone ke-4 adalah Nokia Asha 302. Tampak luarnya sangat mirip dengan hape sebelumnya, tapi pengoperasiannya jauh lebih mudah. Browsing dan chatting lancar. Keypadnya juga nyaman digunakan. Hanya sayang belum mendukung dual simcard sehingga tidak bisa menggunakan paket internet selain dari simcard lama. Tapi chasing Nokia ini mudah sekali dibuka-tutup. Jadi kalau mau pasang-copot simcard sih sebenarnya mudah saja.

Saya pikir ini akan menjadi handphone terlama yang akan saya pakai. Ternyata saya salah. Saya memakai hape ini kurang lebih 2,5 tahun saja dan beralih ke android karena tak tega dengan keypadnya yang selalu diforsir untuk berbalas pesan di group chatting. Ya, mau tak mau saya harus mengikuti arus teknologi yang semakin maju dan berkembang.

Hingga saat ini hp Nokia ini masih bertahan, dipakai oleh ibu saya, he.
Sejak April 2015 saya memakai beralih ke handphone android yang memanjakan penggunanya dengan berbagai fitur mutakhirnya. Browsing, chatting, ber-sosmed dan menulis di blog menjadi sangat mudah, kapan saja dan di mana saja. Bahkan saat pertama handphone ini dihidupkan, kita sudah menggenggam sedemikian banyak aplikasi. Dan yang paling menyenangkan ada 2 slot simcardnya yang memungkinkan kita menyematkan simcard ke-2 tanpa membuang simcard lama.

Dan hari-hari ini smartphone seperti tak lepas dari keseharian. Sudah persis seperti tagline di iklannya 'nggak ada matinya', he.
Entah sampai kapan saya akan bertahan dengan smartphone ini. Saya akan menuliskannya ceritanya ketika nanti hape ini sudah berganti. Sejauh ini sih belum ada alasan untuk menggantikannya.
sumber : www.google.es
Sejarah peradaban terbaca dari benda-benda yang ditinggalkannya. Selalu ada masa jaya sebelum akhirnya digantikan oleh generasi berikutnya. Tapi benda mati tetaplah tak berarti bila manusia tak menjadikannya lebih bermakna.


TENTANG BERALIH KE TOP LEVEL DOMAIN

Akhir tahun 2016 kemarin, saat blog ini berusia 5 tahun sebenarnya saya merencanakan untuk beralih menggunakan top level domain ( TLD ). Tapi karena satu dan lain hal, rencana tersebut belum terlaksana. Namun begitu, niat untuk beralih ke TLD tersebut masih menggelitik pikiran saya sampai saat ini.
Top Level Domain

Waktu awal nge-blog, saya tidak tahu apa itu domain blog dan top level domain. Saya masih sibuk mengutak atik template sehingga kurang memperhatikan bahwa ada banyak ilmu tentang blog yang belum saya ketahui.

Karena ketidaktahuan itu, tak pernah terlintas di benak saya untuk bisa memiliki blog dengan domain TLD karena saya pikir syaratnya pasti sulit dan biayanya mahal. Ternyata apa yang saya pikirkan itu tak sepenuhnya benar. Setelah bergabung di komunitas blogger banyak pencerahan yang saya dapat mengenai top level domain. Dan semakin saya mengulik tentang domain TLD ini semakin tertarik pula saya untuk migrasi ke top level domain.

Top level domain sering dikaitkan dengan serius tidaknya seorang blogger dalam mengelola blognya. Cukup beralasan juga karena adanya biaya untuk menyewa domain menunjukkan bahwa pemilik blog bersungguh-sungguh untuk mengelola blognya. Selain itu posisi top level domain yang diutamakan di mesin pencari membuat blog dengan TLD dipandang lebih istimewa. Sehingga banyak kerjasama yang hanya ditawarkan pada blog dengan TLD tapi tidak untuk blog dengan domain gratisan.

Saya sendiri melihat top level domain membuat blog terlihat keren dan profesional. Selain nama blog yang lebih singkat dan mudah diingat, alamat blog yang lebih sesuai tema atau memakai nama kita akan lebih berkesan bagi pembaca.

Tentu memilih dan berpindah ke top level domain bukan tidak ada resikonya. Selain ada biaya untuk sewa domain, ada kemungkinan error dalam perjalanannya. Hal itu cukup membuat saya khawatir, karena walaupun blog ini sederhana, butuh waktu dan tenaga untuk membangun dan memelihara blog ini.

Saya sering bertanya pada diri sendiri, apa tujuan saya ingin berpindah ke top level domain. Apakah untuk sekedar keren atau ada tujuan yang lebih dari itu ? Karena ngeblog bagi saya masih sebatas hobi, untuk menyalurkan kegemaran menulis, untuk bercerita atau medokumentasikan kegemaran saya baking. Serius menulis pastinya iya, dalam arti menulis dengan bahasa yang baik agar mudah dipahami dan bermanfaat bagi banyak orang. Tetapi serius dan fokus sebagaimana blogger profesional mungkin belum bisa, he.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal, terpikir oleh saya untuk menyewa domain selama beberapa waktu, misal 2 tahun dulu. Dalam perjalanannya nanti akan banyak pengalaman yang saya dapat dan itu akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah sewa domain akan diperpanjang atau tidak.
Sepertinya ini pilihan yang paling baik untuk dicoba. Kapan ya berani untuk memulai ... ?

'MANIS'NYA KULINER YOGYAKARTA DALAM BIDIKAN ASUS ZENFONE


Kalau kita melihat betapa banyak ragam budaya di Indonesia, maka tak heran bila kekayaan kulinernya juga luar biasa. Masing-masing mempunyai keunikan sendiri dari namanya, rasanya dan penampilannya.

Seperti daerah lainnya, Yogyakarta juga mempunyai banyak ragam kuliner yang khas. Dan sebagai penyuka kuliner yang tinggal di Yogya, saya juga sering mendokumentasikan aneka kuliner yang saya temui, apalagi kalau tampilannya unik dan menarik.

Seperti berikut ini, foto sepiring nasi gurih yang saya ambil saat perayaan Sekaten di Yogyakarta setahun lalu.

Nasi gurih ini ( biasa disebut sego gurih ) adalah nasi uduk yang hanya ada pada saat perayaan sekaten. Porsinya kecil saja, dengan lauk daging ayam sesuwir, secuil dadar telur, sejumput kedelai hitam goreng dan kerupuk rambak. Bisa jadi kurang mengenyangkan untuk sebagian orang.
Saya mengenal nasi gurih ini sejak kecil dan komposisinya tidak banyak berubah hingga sekarang.

Kalau ini adalah nasi pecel ( sego pecel ) yang banyak dijual di kawasan Malioboro, tepatnya di sekitaran pintu masuk Pasar Beringharjo.

Nasi pecel ini dijual beserta lauk pelengkapnya seperti bakmi, bacem tempe tahu, sate puyuh, sate udang dan aneka gorengan lainnya. Biasanya pengunjung mampir ke sini untuk sarapan pagi setelah berolah raga atau sambil jalan-jalan di sekitaran Malioboro.

Bicara tentang kuliner Yogyakarta, tak lengkap bila gudeg belum disebut. Walaupun banyak yang menganggap makanan ini terlalu manis ( terutama teman-teman saya yang berasal dari luar Jawa ), tapi gudeg ini telah menjadi ikonnya kota Yogya dan akan selalu dicari untuk menggenapkan kunjungan ke kota ini.

Dan berikut ini adalah bakpia, oleh-oleh favorit para pelancong.

Kini ada ratusan merk bakpia yang ada di Yogyakarta. Kalau dulu bakpia dikenal dengan namanya yang berupa 'nomor' kini merk bakpia sudah sangat beragam. Harganya pun sangat bervariasi, dari yang agak murah hingga mahal. Silahkan dicicip dan dipilih yang sesuai dengan selera teman-teman.

Saat ini, di mana orang sangat mudah mengakses internet menggunakan smartphone, dokumentasi obyek-obyek menarik juga lebih sering memakai smartphone ketimbang kamera saku atau DSLR.
Saya pun demikian, semua foto-foto kuliner di atas, saya ambil dengan ASUS ZenFone 5 Lite, smartphone pertama saya, yang selama 2 tahunan ini menjadi partner setia memotret obyek-obyek menarik baik di rumah atau saat bepergian.

Sebelum memiliki smartphone saya memakai kamera saku untuk membuat foto untuk berbagai keperluan. Dari folder kamera, foto kemudian saya pindahkan ke laptop untuk diedit dan diberi water mark. Dan dari laptop tersebut saya bisa menggunakan foto untuk blogpost atau berbagi ke media sosial.
Sejak memiliki ASUS ZenFone, proses tersebut menjadi lebih simpel. Saya langsung bisa memotret, mengedit dengan berbagai aplikasi di smartphone dan meng-uploadnya.

Salah satu alasan saya memilih ASUS ZenFone adalah fitur kameranya yang mumpuni. Dengan teknologi PixelMaster Camera, smartphone ASUS mampu menghasilkan gambar yang bagus dan berkualitas meskipun foto diambil pada cahaya yang kurang memadai.
PixelMaster adalah teknologi yang dikembangkan oleh ASUS yang menggabungkan antara software, hardware dan desain lensa untuk mendapatkan kualitas gambar yang mengagumkan.

Selain itu ASUS ZenFone juga memberikan kemudahan bagi kita untuk berkreasi dengan berbagai mode pemotretan dan penggunaan setting manual yang mudah. Dari menu kamera kita bisa memilih mengatur secara manual ( manual setting ) atau menggunakan berbagai mode pemotretan yang ada.
sumber : screenshot ASUS ZenFone

Pada mode manual kita dapat mengatur keseimbangan putih, tingkat pencahayaan, ISO, resolusi dan berbagai pengaturan kamera lainnnya sesuai keinginan.

Dan ini adalah beberapa mode pemotretan di ASUS ZenFone :
sumber : screenshot ASUS ZenFone
Berbagai mode pemotretan ini memberikan pengalaman fotografi yang unik bagi mereka yang ingin berkreasi dengan foto memakai hape pintar ini. Saya sendiri belum mencoba semua mode tersebut, tapi beberapa di antaranya sering saya gunakan. Berikut ini contohnya :

Auto ( Mode Otomatis )
Pada mode ini, pengaturan ISO, pencahayaan, white balance, semua diatur otomatis oleh kamera. Kita tinggal arahkan kamera dari sudut terbaik hingga fokus dan tinggal 'klik' saja.
Saya sering memakai mode ini pada tempat yang terang ( kaya cahaya ), misalnya saat memotret pada siang hari yang cerah.

HDR ( High Dynamic Range )
Fitur ini akan mengambil gambar dengan tingkat cahaya normal, tingkat cahaya kurang dan tingkat cahaya lebih, yang kemudian diolah menjadi foto dengan tingkat pencahayaan terbaik dan natural. Fitur ini memungkinkan kita mengambil gambar obyek yang membelakangi sumber cahaya dengan lebih jelas.

ASUS ZenFone menunjukkan kepintarannya saat kita memilih mode pemotretan yang kurang tepat. Biasanya di layar secara otomatis akan muncul ikon yang menawarkan mode pemotretan yang lebih cocok. Contohnya : saat kita memotret obyek yang kurang cahaya dengan menggunakan mode otomatis, maka di layar akan muncul ikon bergambar burung hantu yang artinya menyarankan kita untuk menggunakan mode cahaya redup.

Depth of Field ( Kedalaman Bidang )
Depth of field atau kedalaman bidang memberikan hasil foto dengan obyek dekat menjadi jelas dengan latar belakang yang blur layaknya foto yang diambil dengan kamera DLSR.
Untuk mode ini penting sekali untuk menjaga kamera tetap stabil ( sekitar 3 detik ) sejak tombol kamera ditekan. Kalau kamera bergerak maka fokus akan bergeser ke obyek lainnya dan hasilnya mungkin tidak sesuai keinginan kita. Saya kadang harus selalu berkali-kali mengulang untuk bisa mendapatkan gambar yang paling oke. Tapi kalau teknik kita benar, hasilnya memang memuaskan, seperti gambar-gambar yang diambil oleh food fotografer beneran, he.

Miniature ( Mode Miniatur )
Hampir sama hasilnya dengan mode Depth of field, hanya bedanya, pada mode ini kita sendiri yang mengatur luas gambar yang akan dibuat fokus. Begitu juga dengan tebal atau tipis efek 'blur'nya, bisa diatur sesuai keinginan kita. Area yang menjadi fokus bisa berbentuk lingkaran atau memanjang. Mode ini lebih mudah diterapkan untuk sekedar mendapatkan obyek yang fokus dengan gambar di sekitarnya blur. Saya sendiri lebih menyukai hasil foto Depth of Field untuk kesan blur dan keseluruhan gambar yang dihasilkan.

Kamera profesional tentunya akan memberikan hasil yang lebih baik. Tetapi bagi saya yang memang bukan fotografer profesional, jepretan Asus Zenfone sudah sangat membantu saya mendapatkan foto yang bagus. Dan keberadaan Asus Zenfone ini cukup meredam keinginan saya yang sejak dulu sangat kepengen membeli kamera DSLR. Dan semoga rencana ke depan saya terwujud, yaitu memiliki ASUS ZenFone dengan kapasitas baterai yang lebih besar, agar aktivitas memotret dengan smartphone semakin menyenangkan.

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

sumber :
www.asus.com
pengalaman pribadi

KENALI DAN CEGAH NEUROPATI SEJAK DINI

Pasti banyak di antara kita yang pernah mengalami rasa kesemutan, kebas, nyeri dan kram otot. Biasanya berlangsung singkat dan hilang dengan istirahat atau memperbaiki posisi tubuh. Tapi banyak yang belum tahu kalau gejala-gejala tersebut merupakan gejala neuropati.

Neuropati merupakan istilah yang digunakan untuk kerusakan pada saraf atau gangguan saraf. Istilah ini memang belum di kenal luas oleh masyarakat kita. Penelitian yang dilakukan oleh Neurobion menunjukkan bahwa 90% masyarakat Indonesia belum tahu apa itu neuropati.
Gejala-Gejala Neuropati

Istilah neuropati ini merujuk pada gangguan saraf di seluruh tubuh manusia secara umum. Lebih spesifik berdasarkan lokasi saraf yang sakit dan penyebabnya, neuropati dikelompokkan menjadi beberapa jenis seperti diantaranya : neuropati perifer, polineuropatineuropati otonom dan neuropati kranial. Dan gejala yang muncul sangat tergantung dari bagian saraf yang mengalami kerusakan tersebut.

Kerusakan saraf dapat disebabkan karena cidera fisik yang langsung mengenai saraf itu sendiri, akibat dari penyakit yang di derita seperti tumorpenyakit infeksi dan penyakit diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol ( neuropati diabetikum ). Selain itu neuropati juga bisa disebabkan karena defisiensi vitamin B dan kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Tentang neuropati diabetikum, saya ada cerita dari seorang penderita diabetes. Suatu hari dia menghangatkan kakinya di tungku perapian. Penderita diabetes ini tak sadar saat panas api mulai mengenai kakinya. Kadar gula yang tinggi pada diabetes mencederai serat-serat saraf ( sering pada daerah kaki ), sehingga menyebabkan mati rasa. Hal seperti ini dapat menyebabkan masalah baru untuk si penderita.

Fakta menunjukkan gejala neuropati muncul pada usia yang relatif muda. Saya sendiri mulai sering kesemutan dan kram pada usia di bawah 30 tahun. Karena belum tahu tentang neuropati dan sekilas terlihat ringan, waktu itu saya abaikan saja.
Waspada Neuropati Sejak Dini

Fakta menunjukkan gaya hidup masa kini seperti bermain gadget, duduk berjam-jam mengetik di komputer atau laptop dan mengendarai kendaraan dalam waktu lama dapat menyebabkan neuropati. Begitu juga dengan aktivitas berulang yang kita lakukan di rumah seperti mencuci, memasak, menyapu dan lainnya. Karena itu kita harus lebih dini mengenali gejala neuropati dan memperbaiki gaya hidup untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih serius.
Berikut ini tip-tip yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan saraf :

#rajin berolah raga
Kenali dan Cegah Neuropati Sejak Dini

Pada penderita diabetes olah raga secara tidak langsung dapat membantu terkontrolnya gula darah sehingga secara tidak langsung meminimalkan resiko neuropati. Selain itu gerakan tubuh yang teratur bermanfaat untuk mencegah kekakuan otot sebelum melakukan rutinitas sehari-hari.
Nah, untuk pencegahan neuropati Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia ( Perdossi ) bekerja sama dengan Merck menciptakan NeuroMove, aktivitas fisik yang praktis dan mudah untuk menjaga kesehatan saraf. Hanya butuh waktu 15-20 menit dengan gerakan yang praktis dan mudah dilakukan. Dianjurkan untuk melakukan senam ini minimal 3 kali seminggu untuk mendapatkan manfaat terbaik. ( Klik di sini untuk melihat senam NeuroMove ).

#mengatur pola aktifitas dan istirahat
Aktivitas yang tidak seimbang dengan istirahat menjadi salah satu penyebab timbulnya gejala neuropati. Usahakan untuk bergerak setiap 25 menit saat kita melakukan aktivitas yang berulang seperti mengetik di meja komputer, menjahit, bermain gadget atau saat duduk dalam waktu lama. Saat mengangkat barang yang terlalu berat, lakukan dengan bertahap atau bersama-sama. Dan biasakan posisi duduk yang baik agar tekanan pada saraf dapat diminimalkan.

#hindari merokok dan alkohol
Rokok memperbesar risiko timbulnya plak pada pembuluh darah halus yang bertugas memberikan nutrisi pada saraf tepi. Terhambatnya nutrisi ini mengakibatkan kerja sistem saraf terganggu.
Pada orang yang mengkonsumsi alkohol, vitamin yang masuk tidak bisa diserap tidak bisa diserap. Imbasnya, secara perlahan terjadi penyempitan peredaran darah di tubuh anda. Hal ini yang kemudian memunculkan kondisi rusaknya saraf.

#periksa kesehatan secara berkala
Penting untuk memantau kesehatan kita secara berkala, terlebih saat usia seseorang sudah melewati 40 tahun. Pada usia ini banyak masalah kesehatan yang terlambat ditemukan karena kurangnya kesadaran untuk general check up.

#perbaiki kebiasaan buruk yang merusak
Kebiasaan menggunakan high heels, membawa beban berat, bermain gadget berjam-jam dapat menyebabkan low back pain yang merupakan salah satu penyebab gangguan neuropati. Selain itu kondisi stres, olah raga berlebihan dan obesitas sangat beresiko mengalami neuropati.

#pola makan gizi seimbang
Makanan Sumber Vitamin B

Menurut Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, vitamin B adalah makanan yang dibutuhkan saraf untuk melindungi dan meregenerasi saraf. Saraf sangat tergantung asupan suplai vitamin B kompleks yang memadai. Oleh sebab itu pola makan dengan gizi seimbang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin B.

Suplemen Vitamin Neurotropik

Pada kondisi di mana penyerapan yang kurang baik atau diit yang tidak memenuhi kebutuhan, tubuh akan merasakan dampak dari kekurangan vitamin B ini. Untuk itu suplemen vitamin neurotropik diperlukan untuk mencukupi kebutuhan atau pencegahan defisiensi. Dan karena vitamin B kompleks tidak dapat disimpan baik di dalam tubuh, maka asupan secara reguler sangat dianjurkan.

Neurobion adalah suplemen neurotropik yang mengandung vitamin B kompleks yang terdiri dari vitamin B1, B6 dan B12. Vitamin B kompleks dikenal sebagai vitamin neurotropik karena berfungsi untuk menutrisi sel saraf, melindungi dan meregenerasi saraf sehingga dapat bekerja dengan baik .
Vitamin Neurotropik

Manfaat Neurobion :
  • mengatasi gangguan saraf tepi yang ditandai dengan kebas dan kesemutan pada anggota gerak dan pegal-pegal otot.
  • untuk pengobatan berbagai kelainan akibat kekurangan vitamin B seperti penyakit beri-beri, gangguan saraf otak hingga penurunan kesadaran.
  • sebagai suplemen untuk penderita anemia atau kekurangan darah merah akibat kekurangan vitamin B.
Neurobion aman dikonsumsi sebagai suplemen vitamin asalkan mengikuti aturan yang tertera dalam paket. Konsumsi satu kali sehari secara teratur untuk hasil yang maksimal. Neurobion juga dapat dikonsumsi pada saat kondisi sakit, saat masa penyembuhan dan saat kondisi sehat.

Neurobion Putih Dan Neurobion Forte
Neurobion Vitamin Neurotropik

Neurobion putih untuk memperbaiki sel saraf tepi yang ditandai dengan kebas dan kesemutan. Neurobion forte untuk gejala yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebagai vitamin atau suplemen makanan, Neurobion relatif aman dari efek samping. Namun begitu perhatikan aturan pada kemasannya. Jangan meningkatkan dosis tanpa rekomendasi dokter.
Neurobion Vitamin Neurotropik

Gejala neuropati awalnya terlihat ringan. namun bila terjadi terus menerus dan tidak segera diatasi maka akan mengganggu aktivitas dan bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Karena itu, apabila gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram atau nyeri dirasakan memberat dan tidak bisa hilang dengan treatment biasa, konsultasikan dengan dokter anda. Bila diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Sumber rujukan :
http://sarafsehat.com/
http://sarafsehat.com/lawanneuropati

RESEP PUDING BISKUIT MARIE

Puding yang sempat wara-wiri di group masak ini membuat saya tergoda ingin mencobanya. Dan ternyata resep yang menurut saya lihat 'tampak mudah' ini, tak berhasil saya taklukkan.

Yang paling menarik dari puding marie ini adalah susunan biskuit dalam agar-agar bening yang akan terlihat cantik ketika puding sudah mengeras.
Puding Biskuit Marie

Berikut cara membuat puding marie yang simpel dan mudah ala saya.
  • Tata biskuit marie di cetakan puding yang akan kita pakai.
  • Masak agar-agar putih ( bening ). Tuangkan ke atas biskuit marie setengah tinggi cetakan. Tunggu hingga setengah beku.
  • Masak agar-agar cokelat, siramkan di atas lapisan agar-agar bening.
Tapi ternyata tak semudah yang saya bayangkan, saat menuang agar-agar bening, biskuitnya ikut mengambang. Saya waktu itu harus menaruh tiga sendok untuk menahan biskuitnya. Itupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Tapi okelah, masih terlihat cantik bila dilihat dari samping.

Untuk agar-agar bening maupun cokelat dapat kita buat sesuai selera. Bisa memakai resep yang ada di kemasannya atau kita modifikasi sesuai selera. Dan jangan lupa perhatikan tip-tip membuat agar-agar supaya hasilnya maksimal. Selamat mencoba !