Sebenarnya sejak dulu aku selalu ingin membuat kue yang dipanggang, apalagi
kalau pas baca resepnya, ngiler deh !. Tetapi karena tidak punya oven ( oven tua
sudah jadi rongsokan, he ), akhirnya yang dibuat selalu kue-kue yang dikukus. Menjelang lebaran beberapa tahun lalu, aku kembali bersemangat untuk membuat
kue kering sendiri, sehingga keinginan membeli oven kembali muncul. Sebenarnya
ingin memiliki oven listrik, namun hasil survey ke beberapa toko menunjukkan
bahwa oven listrik membutuhkan daya listrik yang tinggi. Sangat riskan untuk
dipakai di rumahku yang daya listriknya rendah. Bisa-bisa pas manggang kue,
lampu di rumah padam semua. Keputusannya : lupakan sejenak keinginan untuk
memiliki oven listrik, mungkin kapan-kapan.
Pilihan kembali jatuh pada oven kompor gas seperti di bawah ini. Hanya
sedikit menguras kantong. Jauh lebih murah dibanding oven listrik.
 |
| ovenku sedang memanggang brownies |
Oven ini dilengkapi termometer tempel pada bagian atas dinding kaca. Pada
awal-awal pemakaian, kue yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan.
Kematangannya tidak sempurna, bagian luar terlalu gosong, sedangkan bagian dalam masih mentah. Dari hasil surfing di internet, kudapatkan info bahwa ada termometer jam untuk melengkapi oven kompor seperti ini. Akhirnya aku membeli termometer tersebut yang ternyata merupakan spare part oven gas
besar dan kutaruh di dasar ovenku. Dengan adanya termometer baru ini kelihatan
bahwa termometer oven bawaan tidak berfungsi maksimal. Jarum penunjuknya
berhenti pada suhu 150 derajat. Bila suhu lebih tinggi, jarum tetap tidak
bergerak..
Hal lainnya lagi adalah dengan adanya termo pada dasar oven, rak oven yang
tadinya 3 lapis berkurang menjadi 2 saja yaitu lapis tengah dan paling atas.
Untuk membuat roti manis dengan terigu 250 gr pas sekali satu kali panggang ( dengan 2 loyang ).
Kalau untuk memanggang kue dengan loyang bolu atau brownies bisa ditaruh di
tengah ( seperti tampak pada gambar ).
Karena oven ini menggunakan gas sebagai sumber panasnya kita harus
pintar-pintar memonitor api kompor dan suhu pada termometer. Agar suhu tidak
naik kebablasan, atau malah terlalu rendah sehingga kue lama matangnya. Menurut
pengalamanku, untuk memanggang kue diperlukan suhu yang relatif lebih tinggi
dari yang disarankan oleh resep. Bila resep menyarankan suhu pemanggangan
adalah180 derajat, maka dengan ovenku suhu haruslah 190 derajat.
Oven seperti ini ada dua macam model, yaitu model putaran hawa dan model tempat arang. Tipe kedua, pada bagian atas terdapat cekungan untuk tempat arang untuk sebagai api atas. Ovenku ini adalah model putaran hawa dengan lubang-lubang di bagian atas. Jadi sementara ini aku tidak bisa membuat kue dengan panas api atas seperti lapis legit atau bika ambon. Namun hal tersebut tidaklah bermasalah, toh kita masih bisa berkreasi dengan mempraktekkan resep-resep lainnya.
Itulah cerita seputar ovenku. Masih oke hingga sekarang. Menjadi
partner setia membuat jajanan dan kue-kue.