Si Gemuk VS Si Kurus

00:00 0 Comments A+ a-



Pernahkah anda disapa oleh seorang teman, "Eh, kok tambah gemuk aja sih !"
Atau malah sebaliknya, "Aduh ini anak kurus banget dari dulu, mbok digemukin badannya."
Sebel mendengar pertanyaan serupa yang diulang-ulang ? Itu sah-sah saja. Tapi ada baiknya kalau sesekali anda menengok seberapa kurus atau gemuk badan kita.

Tercapainya berat badan yang sesuai tinggi badan merupakan indikator kecukupan gizi pada orang dewasa. Saat berat badan jauh di luar ambang batas bukan hanya penampilan yang tak cantik dilihat, tapi juga akan menyebabkan munculnya berbagai risiko penyakit. Kalau anda termasuk orang yang mempunyai postur badan tidak ideal, ada baiknya kalau anda mulai menghitung dan melihat, apakah kelebihan/kekurangan berat badan anda masih dalam batas toleransi atau sudah jauh di luar ambang batas.

Rumus yang sering dipakai untuk menghitung status gizi seseorang adalah Indeks Masa Tubuh ( IMT ). IMT merupakan indikator tercapainya keseimbangan gizi dalam tubuh dengan mengukur kesesuaian berat badan dengan tinggi badan. Yang perlu diperhatikan IMT ini dipakai untuk orang usia di atas 18 tahun dan tidak bisa diterapkan dengan pengecualian pada orang dengan penyakit kronis.

Rumusnya seperti ini :


Catatan :
- berat badan dalam satuan kilogram
- tinggi badan dalam satuan meter



Mari kita coba menghitung dengan contoh berikut :

Seseorang mempunyai berat badan 50 kg, dengan tinggi badan 160 cm. Maka IMT nya adalah :
= 50/ ( 1,6x1,6 )
= 50/ 2,56
=  19,5

Sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang ( PUGS ) dari Kemenkes, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Sangat Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat = < 17,0
  • Kurus Kekurangan berat badan tingkat ringan = 17 - < 18,5
  • Normal  = 18,5-25,0
  • Gemuk ( Overweight ) Kelebihan berat badan tingkat ringan =  > 25,0-27,0
  • Obese Kelebihan berat badan tingkat berat = > 27,0
Yang perlu dicermati adalah no 1 dan 5 karena  pada rentang ini seseorang sudah dikategorikan dalam malnutrisi dan rawan terhadap ancaman penyakit dan gangguan kesehatan. Si kurus rentan terhadap kerapuhan tulang, gangguan sendi dan penyakit paru-paru. Sedangkan si gemuk meningkat akan risiko penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, osteoarthritis dan lain sebagainya. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk menurunkan/menaikkan berat badan agar kembali ke rentang normal.

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf atas moderasi yang saya lakukan. Saya akan berusaha membalas komentar secepatnya ...