Kursus Masak Pertamaku

10:48 0 Comments A+ a-

Kursus Masak Pertama

Kursus masak ?? Untuk apa ? Emangnya mau jadi pengusaha kue ? Kan kursus masak bisa latihan sendiri ! Klo sering mencoba kan lama-lama jadi pinter, “practice make perfect” ( …pepatah andalanku ! he ). Itu juga yang terpikir oleh saya ketika muncul niatan mau ikut kursus masak. Niat yang tiba-tiba muncul ketika dalam perjalanan pulang kerja, saya melihat ada sebuah tempat kursus masak. Karena terus penasaran akhirnya aku menelpon untuk mencari informasi mengenai kursus di sana. Kursus dilaksanakan setiap hari kecuali hari Minggu. Untuk tiap-tiap jenis masakan atau kue dalam 1 kali pertemuan rata-rata harus bayar 175 ribu. Ternyata lumayan mahal juga. Semakin mahal bahan-bahan yang digunakan, biayanya semakin mahal. Tapi katanya semua hasil bisa dibawa pulang lho !

Setelah lama menunggu-nunggu waktu yang pas, singkat cerita, tanggal 20 Desember kemarin saya ikut kursus masak. Mungkin lebih tepatnya bukan kursus tapi demo masak, karena bahan utamanya disponsori oleh produsen tepung siap pakai dan diajar oleh Chef dari sponsor. Pesertanya kebanyakan adalah ibu-ibu ( ada satu laki-laki ), yang kebanyakan mereka punya usaha bikin kue. Dan karena aku peserta baru, ada yang bertanya padaku, “Mbak dari bakery mana ?”  Hah, mungkin saya sudah seperti pengusaha kue  ya ?!! hi hi…

Menu demo masak hari ini adalah natural bread, roti diet ( tinggi calcium ), cake pie, muffin kukus, beautiful donat dan mango puding.  Satu persatu kue pun dibuat. Saya tidak begitu surprise dengan pelajaran yang diberikan. Karena saya memang pernah membuatnya di rumah walaupun hasilnya tidak sebagus buatan chef, he. Yang spesial mungkin hanya bahan bakunya. Karena untuk rotinya  memakai tepung yang sudah integral dengan bahan-bahan lain seperti gula dan ragi alami, jadi tinggal menambahkan telur, air, dan mentega sesuai resep, kemudian dibentuk sesuai kreasi masing-masing. Sedangkan untuk puding tinggal merebusnya bersama susu cair atau santan.

Ada sedikit kekecewaan, karena proses pengulenan dilakukan dengan mesin roti jadi tidak banyak tips “menguleni adonan” yang bisa didapat. Padahal ini yang paling saya tunggu. Selalu kagum bila melihat tukang roti menguleni adonan rotinya secara manual. Tapi pas bentuk donat dan roti, peserta kursus praktek on hand. Dan juga saat menghias donat dengan berbagai macam toping, semua ikut praktek.

Demo masak ini meninggalkan kenangan tersendiri. Teringat bagaimana serunya  ketika semua ikut turun tangan membatu chef membentuk adonan, membulatkan donat, mencetak pie, apalagi saat memberi toping pada donat. Dan yang paling mengasyikkan adalah ketika kue yang tadinya hanya jadi pajangan akhirnya dipotong-potong dan dimakan bersama. Hmm…..yummy ! Dan pastinya, pulang dari sana  kita dibawain sekotak kue hasil praktek kita, lengkap semua dari mulai roti dan pudingnya. Asyik, kan !

Sepertinya saya tidak kapok ikut demo masak seperti ini lagi. Mungkin sekarang menabung dulu untuk persiapan biaya kursus ...

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf atas moderasi yang saya lakukan. Saya akan berusaha membalas komentar secepatnya ...