Pengertian Iman

08:27 0 Comments A+ a-


Iman menurut Ahlussunnah wal Jama’ah adalah keyakinan dengan hati, pengikraran dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.
Jadi iman terdiri dari tiga bagian :

Pertama, keyakinan hati dan amalan hati, yakni keyakinan dan pembenaran terhadap apa yang datang dari Allah subhaanahu wa ta’aalaa dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah :

”Dan orang yang membawa kebenaran ( Muhammad ) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik.” ( QS Az-Zumar : 33-34 )

Adapun amalan hati diantaranya adalah niat yang benar, ikhlas, cinta, tunduk dan semacamnya terhadap apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 2 atau yang lainnya :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka ( karenanya ) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” 

Kedua, ikrar lisan dan amalan lisan.
Ikrar lisan yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengakui konsekuensi dari kedua kalimat tersebut. Nabi shalaallahu ‘alaihi wa sallaam bersabda yang artinya :

“Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengatakan Laa Ilaaha Illallah dan bahwasannya aku adalah Rasulullah. ( Shahih, HR Bukhari dan Muslim )

Sedangkan amalan lisan adalah sebuah amalan yang tidak bisa terlaksa kecuali dengan lisan, seperti membaca Al Quran, dzikir, tasbih, tahmid, takbir, do’a istighfar dan lain-lain. Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” ( QS Fathir : 29 )
Ketiga, amalan anggota badan yaitu sebuah amalan yang tidak terlaksana kecuali dengan anggota badan seprti ruku’, sujud, jihad, haji dan lain-lain.
Allah berfirman dalam surat Al-Haj 77-78 yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan agar kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadalah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. ( Ikutilah ) agama orang tuamu Ibrahim. Dia ( Allah ) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan ( begitu pula ) dalam ( Al Quran ) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

( ditulis oleh Ustadz Qomar Su’aidi untuk majalah Syariah no. 03/I/Juni 2003 )
( sumber bacaan : Ziyadatul Iman wa Nuqshanuhu, As-Syaikh Abdurrazzaq al Abbad )

Terima kasih telah berkunjung. Mohon maaf atas moderasi yang saya lakukan. Saya akan berusaha membalas komentar secepatnya ...