24 February 2013

Mikser Bosch Compact


Bermula dari kegemaran membuat donat dan selalu menguleni dengan tangan, timbul keinginan saya untuk membeli mikser yang bisa menguleni adonan roti/donat. Menguleni adonan dengan tangan sebenarnya tidaklah sulit tapi harus meluangkan tenaga dan waktu untuk itu. Karena itulah saya memutuskan untuk membeli standing mikser ( heavy duty mixer ) yang bisa membantu pekerjaan “menguleni adonan”.  Ulasan berikut ini sengaja saya tulis, supaya bisa dijadikan tambahan referensi bagi yang sedang memilih-milih mikser .

Dari banyak review tentang mikser heavy duty, mikser Bosch dikenal tangguh untuk menguleni adonan roti. Dari 2 tipe yang banyak dijual di Indonesia : Bosch Universal ( 800 watt ) dan Bosch Compact ( 500 watt ), pilihan saya jatuh pada tipe yang kedua yaitu Bosch Compact tipe MUM 4405. Walaupun saat itu tidak banyak testimoninya di Indonesia ( kebanyakan saya lihat dari website luar negeri ), akhirnya saya pilih tipe ini dengan pertimbangan : harga terjangkau oleh saya, wattnya tidak terlalu besar dan kapasitasnya sesuai untuk rumah tangga maupun usaha kecil.
ukuran mikser Bosch bila dibandingkan dengan hand mikser saya
cekungan pada waskom untuk menuang adonan
Mikser ini dilengkapi dengan mangkuk adonan ( plus penutup ), beating whisk, stirring whisk dan dough hook. Dilengkapi dengan 4 pengatur kecepatan dengan daya stroom 500watt ( tertulis di kemasannya ). Namun pada kenyataannya, konsumsi daya saat mikser beroperasi tidak lebih dari 100 watt. 

Berikut ini ulasan singkat dengan masing-masing pengocok/pengaduk :
1. Beating Whisk
Untuk mengocok adonan ringan seperti sponge cake , whipcream dan putih telur. Mengocok adonan sponge cake, 4 butir telur ( plus gula pasir ) dengan kecepatan maksimal - speed 4, adonan dapat kental dalam waktu sekitar 8-9 menit. Sedangkan konsumsi daya saat mikser beroperasi dengan speed 4 ini kurang lebih 85 watt. Pernah mikser ini saya coba untuk mengocok adonan bolu mekar, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.

adonan sponge cake ( tanpa emulsifier )
2. Stirring Whisk
Stirring whisk digunakan untuk adonan sponge cake mengocok buttercream atau buttercake. Selain itu juga untuk kukis/pastry ringan. Bila membaca buku petunjuknya, untuk cake-buttercake disarankan untuk memasukkan semua bahan ke dalam mangkuk dan kemudian dikocok dengan speed 3. Namun saya sendiri belum pernah mencoba metode ini. Saya masih menggunakan cara : mentega dikocok hingga lembut, kemudian gula kastor/gula pasir dikocok hingga berwarna pucat baru masuk telur satu persatu dan kemudian masuk bahan2 yang lain.


Beberapa kali mencoba membuat buttercake, di awal2 pengocokan mentega malah menempel di wisk-nya. Bisa jadi karena yang dikocok menteganya cuma sedikit. Baru setelah gula masuk, pengocokan menjadi lebih efisien. 
        Untuk kukis harus diperhatikan benar waktu pengocokan, supaya adonan mentega dan gula tidak mengembang berlebihan. Saya sendiri lebih suka menggunakan spatula kayu untuk mengocok adonan kue kering. Nggak ribet menyiapkan mikser dan tidak khawatir adonan mentega-gula terlalu mengembang.
3. Dough Hook
Dough hook ini digunakan untuk menguleni adonan ragi misal donat atau roti. Selain itu dough hook juga disarankan untuk adonan cookies dan pastry yang berat/liat. Sesuai dengan banyak testimoni, mikser ini memang terbukti tangguh untuk menguleni adonan roti. Hingga adonan kalis elastis mikser ini tidak panas sama sekali. Adonan donat 300-400 gr terigu, bisa kalis selama 8-10 menit. Penggunaan dough hook ini dianjurkan maksimal dengan speed 2. Konsumsi daya dengan speed 2 ini kurang lebih 35 watt.
Selain itu mikser ini dilengkapi dengan electronic safety control untuk melindungi motor dari kelebihan beban kerja. Artinya bila mesin sudah overload maka mesin akan berhenti beroperasi. Solusinya matikan mikser, biarkan mesin dingin maka mikser siap beroperasi kembali. Ini bermanfaat untuk mencegah mikser bekerja overload tanpa kita sadari. Saya sendiri belum pernah mengalami overload karena pemakaian hanya sebatas konsumsi sendiri saja.

Oya, ada satu hal yang saya perhatikan selama menggunakan mikser ini. Saat mengaduk adonan sponge atau roti dan adonan mulai kental/berat, lengan pengaduk sedikit turun naik ( seperti mengangguk-angguk ). Saya tidak tahu apakah hal tersebut riskan untuk mikser ini. Mungkin perlu ditanyakan pada pabriknya apakah ini menunjukkan kurang fix nya pengunci posisi lengan.


Sesuai dengan tujuannya untuk membantu  menguleni adonan roti dan donat, sejauh ini kinerja mikser memuaskan. Untuk membuat sponge cake juga oke. Untuk awet tidaknya mungkin baru bisa menuliskan reviewnya beberapa tahun lagi. Dan karena saya baru sekali ini mempunyai standing mikser, jadi tidak banyak yang bisa saya tuliskan mengenai perbandingannya dengan merk lain. 

Kalau dibandingkan dengan handmixer saya, untuk adonan sponge cake keduanya oke dan bisa diandalkan. Tapi hand mikser punya kelebihan yaitu bisa mengocok adonan di waskom yang lebih lebar, jadi enak pas meng 'aduk balik' adonan dengan spatula. Waskom bawaan mikser hampir semuanya berbentuk cekung, jadi kalau mau 'aduk balik' agak sulit. Sedangkan untuk mengocok buttercream ( mentega dan gula halus ) saya lebih suka menggunakan handmixer, karena kalau menggunakan mikser ini mentega dan gula kok malah lama nyampurnya, hanya menempel di pengaduknya saja dan berputar2. Bisa jadi karena adonannya sedikit. Kalau buttercream dalam jumlah banyak mungkin lebih efisien, tapi saya belum pernah mencoba, karena membuat adonan masih untuk konsumsi sendiri. Yang paling nyata bedanya adalah kemampuannya mengaduk adonan roti. Handmixer saya akan langsung panas kalau untuk mengaduk roti.

Sebelum membeli mikser ini saya juga baca2 review mikser di beberapa situs/blog antara lain A Note of Baking and Food, Cake fever.com dan From Ida's Kitchen. Sedangkan di Kapilo0o’s Weblog saya mendapatkan pelajaran bagaimana menghitung konsumsi listrik alat elektronik di rumah kita.
Mikser ini kebanyakan dipakai di Eropa sehingga di Indonesia masih jarang kita temukan reviewnya. Karena itu saya sarankan untuk mengunjungi situs luar negeri, agar lebih banyak info dan bisa melihat langsung videonya. Sebagai contoh di situs ini, ada review dari pengguna Bosch Compact. Atau perbandingan antara Bosch Universal dan Bosch Compact di situs ini.
Semoga bermanfaat dan selamat berburu mikser !


14 comments:

  1. Ulasan bermanfaat untuk saya yg sedang mencari mikser untuk adonan roti. Ngomong2 wkt itu mbak beli di mana ya? Saya cari di tbk atau toko elektronik kok tdk ada. Yg ada merk Kenwood dan Hakashima. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dilihat di blog From Ida's Kitchen, link nya ada di artikel di atas, tinggal klik aja.
      Terima kasih kunjungannya.

      Delete
    2. Terima kasih, mbak. Saya sdh hubungi Ida's Kitchen dan mendapat penjelasan. Saya juga baca ulasan dari blog lain tipe yg lebih besar. Sekarang sedang pikir2 yg mana lebih cocok untuk saya.
      Sisca - Surabaya

      Delete
  2. Hallo mbak Yoen,
    kebetulan tadi sedang blog walking dan ketemu blog mbak, menarik sekali ulasannya. Ternyata mbak Yoen bakuler yg aktif ya dan sdh banyak kumpulan resep² dan hasil percobaannya sangat bagus. Boleh saya link kan ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan saja Mbak. Tapi saya belum jadi bakuler lho ! Masih sebatas hobi saja ...

      Delete
  3. Mbak Yoen... terimakasih yaaa... sangat inspiratif sekali. Jadi pingin bikin makanan buat anak2...

    ReplyDelete
  4. mba yoen mau tanya, waktu beli mixer ini harganya berapa? terus beli di mana? klo beli online luar negri, kena ongkir berapa? heee makasiih mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini dulu belinya di blog From Ida's Kitchen. Link nya ada di atas. Coba tengok ke sana ..

      Delete
  5. Almarhum ibu saya punya mikser ini. Memang hanya dipake utk bikin roti saja. Masih awet sampe sekarang, sudah lebih 15 tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah, sudah ada yang membuktikan. Semoga punya saya juga awet.
      Terima kasih kunjugannya ..

      Delete
  6. Hai Mba. Apakah sampai sekarang masih bisa diandalkan mixer Bosch nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, masih jadi andalan, terutama untuk nguleni ..

      Delete